Raja Kisra
Penguasa Persia ini berbeda. Respons Raja Kisra begitu keras ketika menerima surat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam yang dibawa Abdullah bin Hudzafah as-Sahmi. Ia langsung menyobek surat tersebut begitu mengetahui isinya.
Ketika mengetahui respons Raja Kisra atas suratnya, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam berdoa agar Allah Subhanahu wa ta'ala mengoyak kerajaannya.
Tidak hanya itu, dia juga menyurati gubernurnya di Yaman, Badzan, agar mengirim dua orang terkuatnya kepada Nabi Muhammad. Selang beberapa saat, mereka berdua tiba di Madinah dan menyerahkan surat Badzan untuk Nabi Muhammad.

Nabi tersenyum setelah mengetahu isi suratnya. Mereka kemudian diperintahkan untuk pulang dan balik keesokan harinya.
"Sampaikan kepada teman kalian (Badzan) bahwa Tuhanku sudah membunuh Kisra, tuannya, malam ini, tujuh jam yang lalu," kata Nabi Muhammad kepada dua utusan tersebut.
Benar saja, putra Kisra yang bernama Syuriyah sendiri lah yang membunuhnya. Kekuasaan Kerajaan Kisra juga terkikis sedikit demi sedikit. Hingga akhirnya hilang total setelah kalah menghadapi serangan pasukan umat Islam pada 637 Masehi atau delapan tahun setelah Nabi berdoa.
Di samping itu, Nabi Muhammad juga mengirim surat kepada para penguasa wilayah di sekitar Semenanjung Arab. Di antaranya Gubernur Bashra, Syurahbil bin Amr al-Ghassani.
Namun sayangnya, Harits bin Umair al-Azadi, utusan Nabi yang bertugas menyampaikan surat kepada penguasa Bashra, dibunuh sebelum sampai ke tempat tujuan —riwayat lain menyebutkan dia dibunuh ketika tiba di hadapan Syurahbil. Dan Harits-lah satu-satunya utusan Nabi yang dibunuh.
(Hantoro)