Sementara kelahiran bayi laki-laki yang sehat, dua hari sebelum Idul Fitri, telah menjadi kabar gembira di tengah awan gelap kemalangan bagi pasangan muda India yang menganggur di UEA.
Nishanth dan Prabi, ekspatriat India dari Distrik Allepey yang berjuang mencari pekerjaan sejak pandemi corona dimulai, sangat senang dan bangga telah menjadi orangtua dari seorang bayi laki-laki yang lahir pada malam takbiran.
"Istri saya telah berhenti dari pekerjaannya dan berencana untuk terbang kembali ke India untuk melahirkan bayinya ketika dia menyelesaikan bulan ketujuh. Pada minggu ketiga Maret, tetapi kemudian perjalanan udara dihentikan. Sementara perusahaan saya juga memberhentikan saya karena tidak ada bisnis dan tiba-tiba kami mendapati kami tidak punya uang dan karena dia tidak memiliki asuransi kesehatan. Kami takut akan tagihan rumah sakit yang sangat besar," ujar Nishanth.

Bayi laki-laki seberat 3,25 kg pun lahir dari pasangan tersebut di RS Al Zahra. Nishanth sangat berterima kasih kepada pihak RS Al Zahra yang telah berempati dengan keadaan ekonominya yang tengah sulit dan bersedia menanggung biaya kebutuhan yang ada.
Bayi-bayi yang terlahir di UEA pun menjadi kabar baik beserta berkah di kala situasi pandemi ini.
Brinda Lakshminarasimha, konsultan Kebidanan dan Ginekologi di RS Khusus NMC Al Ain, mengatakan memiliki tanggung jawab tambahan untuk tidak hanya melahirkan bayi dengan aman, tetapi juga melakukan tindakan pencegahan dan perawatan wajib karena pandemi covid-19.
"Kehidupan baru seperti halnya kehidupan orangtua baru sangat berharga bagi kami dan kami bekerja keras untuk memastikan bahwa mengikuti praktik terbaik global. Bayi di hari raya Idul Fitri sangat spesial bagi keluarga dan staf rumah sakit dan kami sangat senang menjadi bagian dari perjalanan kebahagiaan ini."
RS NMC menyatakan berencana menyambut lebih dari 12 bayi selama Idul Fitri di jaringan global rumah sakitnya mulai 24 Mei lalu.
(Hantoro)