Kisah Umar bin Abdul Aziz dan Baju Usang Putranya di Hari Raya

Kamis 28 Mei 2020 21:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 28 614 2221113 kisah-umar-bin-abdul-aziz-dan-baju-usang-putranya-di-hari-raya-m4ZZhi8ixB.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

KHALIFAH Umar bin Abdul Aziz (684–720 Masehi) merupakan sosok pemimpin yang salih, bijaksana, serta dekat dengan rakyatnya. Umar sangat melegenda hingga dijuluki Khulafaur Rasyidin kelima.

Mengutip dari Sindonews, Kamis (28/5/2020), banyak cerita menarik tentang dirinya, salah satunya ketika bersama putranya merayakan Idul Fitri.

Umar bin Abdul Aziz lahir di Madinah tahun 63 Hijriah. Ayahnya bernama Abdul Aziz, putra Khalifah Marwan bin Al Hakam yang merupakan sepupu Khalifah Utsman bin Affan Radiallahu anhu.

Ibunya adalah Laila, cucu Khalifah Umar bin Khattab Radiallahu anhu.

Diceritakan oleh @habibumar_indonesia, suatu hari Umar melihat putranya Abdul Malik yang sedang mengenakan baju usang di hari raya. Umar lalu menangis.

Putranya yang melihat sang ayah menangis bertanya, "Apa yang membuatmu menangis wahai ayahku?"

Umar menjawab, "Wahai putraku. Aku takut bila engkau keluar dan bermain bersama anak-anak di luar sana dengan hati yang hancur."

Ilustrasi tanah Arab. (Foto: Freepik)

Putra yang sangat berbakti itu berkata, "Orang yang hatinya hancur adalah mereka yang bermaksiat kepada Rabb mereka dan durhaka kepada ibu-bapak mereka, dan aku berharap agar Allah meridaiku berkat ridamu kepadaku wahai ayah."

Segera saja Umar memeluk putranya dengan erat lalu mendoakannya. Di kemudian hari, putranya tersebut menjadi seorang yang sangat zuhud.

Dalam kesempatan lain datanglah putri-putri Umar mengadu kepadanya, "Ayah, besok adalah hari raya, sementara kami belum memiliki pakaian baru."

Umar pun menatap mereka dan berkata, "Putri-putriku. Hari raya itu bukan bagi orang yang memakai pakaian baru. Hari raya itu bagi orang yang takut akan hari kiamat."

Bendahara negara yang melihat pemandangan yang mengharukan itu memberi tawaran kepada Sang Khalifah, "Wahai Amirul Mukminin. Apa salahnya bila kami membayarkan gaji Anda bulan depan lebih awal?"

Mendengar tawaran itu, Umar menatap sang bendahara dengan tatapan marah. Umar berkata, "Apakah kamu mengetahui ilmu gaib sehingga engkau tahu bahwa aku masih akan hidup sehari setelah hari ini?"

Engkau benar wahai Amirul Mukminin bahwa tak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi esok hari. Allah 'Azza wa Jalla berfirman:

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya: "Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS Luqman: 34)

Ilustrasi tanah Arab. (Foto: Freepik)

Demikian kisah Khalifah Umar bin Abdul Azis dan putranya yang mengharukan. Ketika menjadi khalifah, Beliau hanya digaji 2 dirham per hari atau 60 dirham per bulan.

Meski menjabat dua sampai tiga tahun, karyanya sangat mengagumkan dan banyak kisah menarik tentang dirinya. Semoga semua orang bisa memetik hikmah dari kisahnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini