Hukum Shaf Sholat Renggang di Tengah Pandemi Corona

Novie Fauziah, Jurnalis · Sabtu 30 Mei 2020 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 30 330 2221958 hukum-shaf-sholat-renggang-di-tengah-pandemi-corona-ZH09qNbAEV.jpg Ilustrasi sholat. (Foto: Dok Okezone)

SEJUMLAH masjid tetap menggelar sholat berjamaah di tengah pandemi corona virus disease (covid-19) ini. Protokol kesehatan pun diterapkan di sana, salah satunya membuat shaf dengan berjarak.

Lalu bagaimana hukumnya menunaikan sholat berjamaah seperti itu?

Kepala Hubungan Masyarakat dan Protokol Masjid Istiqlal Ustadz Abu Hurairah Abdul Salam mengatakan, dalam keadaan darurat merenggangkan shaf sholat hukumnya mubah atau diperbolehkan.

"Dalam keadaan darurat ya enggak apa-apa. Apalagi menjadikan shaf rapat dan lurus itu kan bukan suatu yang prinsip dalam agama. Hal yang prinsip saja boleh ditiadakan ketika dalam keadaan darurat," ujarnya ketika dikonfirmasi Okezone beberapa waktu lalu.

Ia menerangkan, dalam salah satu kaedah fikih menyebutkan tentang bolehnya melakukan sesuatu dalam keadaan darurat, yaitu:

الضَّرُوْرَاتُ تُبِيْحُ المحْظُوْرَات

Artinya: "Keadaan darurat membolehkan suatu yang terlarang."

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

فَمَنِ ٱضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَآ إِثْمَ عَلَيْهِ

Artinya: "Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya."

Ustadz Abu Hurairah mengatakan, di Masjid Istiqlal sendiri belum ada imbauan atau instruksi merenggangkan shaf sholat ketika sedang berjamaah.

"Belum ada instruksi Imam Besar untuk merenggangkan shaf," ucapnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sementara menurut Ustadz Azhari Nasution, terkait merapatkan shaf sholat, para ulama sendiri banyak yang berbeda pendapat soal hukumnya.

Para ulama fikih selain berbeda tentang standar merapatkan shaf, mereka juga berbeda soal status hukumnya. Ada ulama yang berpendapat wajib, seperti Ibnu Hazm. Ada juga yang mnghukuminya sekadar sunah, seperti Ibnu Batthal dan Ibnu Daqiq al 'id.

Ustadz Azhari mengatakan, jika dalam keadaan darurat seperti dikhawatirkan terpapar virus corona, merenggangkan shaf sholat saat berjamaah diperbolehkan. Hal ini dilakukan demi kemaslahatan umat agar terhindar dari sumber penyakit tersebut.

"Karena dikhawatirkan bisa mendatangkan keburukan, maka boleh merenggangkannya. Bahkan lebih jauh dari itu, orang yang mengalami gejala virus corona dia boleh sholat tidak berjamaah dan di rumah, tidak perlu ke masjid," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya