Sejarah penyebaran Islam di Tempurkali diperkuat dengan adanya peninggalan Alquran. Kitab suci tersebut terbuat dari kulit sapi dan ditulis dengan tangan oleh Kiai Nur Muhammad. Di bagian sampulnya tertera tulisan tahun 1700 Masehi.
"Saat ini Alquran tersebut masih tersimpan dan dibungkus menggunakan dua lapis kain, yaitu kain kafan putih dan kain berwana merah. Kitab tersebut berukuran sebesar stopmap. Setiap ayat yang ditulis tangan menggunkan arab pegon (arab jawa)" jelas Deddy.
Sementara warga juga meyakini bahwa beduk peninggalan Kiai Zein mempunyai kesakralan. Jika ada warga yang mengalami sakit gigi, dengan hanya mencuil sebagian kayu beduk, kemudian digigit pakai gigi yang sakit maka akan sembuh.
(Hantoro)