Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ibadah Haji dan Wabah MERS yang Pernah Melanda

Ibadah Haji dan Wabah MERS yang Pernah Melanda
Ilustrasi ibadah haji. (Foto: Kemenag)
A
A
A

Bagaimana Haji saat MERS Dulu?

Direktur Penyakit Menular Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Regional Asia Tenggara Profesor Tjandra Yoga Aditama mengatakan, ketika wabah MERS merebak pada awal 2010, memang ada kekhawatiran kontingen jamaah haji Indonesia akan tertular, namun ibadah sendiri tetap berjalan.

"Pada waktu MERS 2015 lalu saya kira memang waktu itu ada kekhawatiran kemungkinan terjadi penularan MERS (terhadap jamaah haji Indonesia) di Arab Saudi, tapi waktu itu proses haji tetap berjalan dan jamaah tetap berangkat," kata Prof Tjandra yang lima tahun lalu menjabat sebagai kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan.

"Tapi saya tidak ingat pasti program waktu itu oleh pemerintah, tapi saya percaya berbagai penyuluhan telah dilakukan, baik kepada jamaah haji atau petugas kesehatan haji," ungkapnya. 

Pada 2012 dan 2013, Pemerintah Arab Saudi menganjurkan jamaah yang berstatus lanjut usia dan memiliki penyakit untuk tidak berhaji karena rentan tertular MERS.

Peserta haji saat itu juga dianjurkan untuk tidak mengunjungi peternakan unta dan meminum susu unta, karena hewan khas Timur Tengah tersebut ditengarai sebagai sumber penularan penyakit.

"MERS saat itu berhubungan berat dengan unta dan biasanya beberapa kelompok (haji) itu memang mengunjungi peternakan unta untuk jalan-jalan. Nah di tahun MERS itu dianjurkan untuk tidak mengunjungi peternakan unta lagi karena waktu itu bisa ada kemungkinan tertular dari unta," tambah Prof Tjandra yang sekarang berdomisili di New Delhi, India. 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement