DARI Malcolm X hingga Keith Allison, Muslim kulit hitam yang berperan penting dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat luas. Terjadinya kerusuhan di Amerika Serikat (AS) yang dipicu meninggalnya George Floyd, seorang pria berdarah Afrika-Amerika, oleh seorang polisi berkulit putih di Minneapolis, membuat aktivis hak asasi berfokus kepada warga berkulit hitam.
Banyak kalangan muda di AS yang turun ke jalan untuk melakukan aksi protes, hingga terlibat bentrok dengan polisi yang menyemprotkan serbuk merica, peluru karet, serta memukul dengan tongkat.
Banyak sejarah yang menyebutkan Muslim Amerika berkulit hitam sering berada di garda terdepan dalam perang melawan ketidakadilan yang dialami oleh warga negara nonkulit putih di negara dengan ekonomi terbesar itu.
"Kami memiliki sejarah panjang yang terlibat dalam urusan kekerasan dengan kelompok-kelompok ekstremis seperti Ku Klux Klan," ujar Imam Mahdi Bray, direktur Nasional Aliansi Muslim Amerika dan aktivis hak-hak sipil seumur hidup, dikutip dari TRT World, Jumat (5/6/2020).
"Ketika mendengar kata terorisme, maka kebanyakan orang akan mengarah pada tragedi 9/11. Menurut saya, terorisme yang sebenarnya terjadi ialah pada 1956 ketika rumah kakek saya dibom oleh Klan," tambahnya.
Bray dan keluarganya tinggal di Virginia utara, sedangkan kakeknya Wright Grey Junior berkampanye untuk mendaftarkan pemilih kulit hitam dan bekerja sama dengan aktivis dan ikon terkenal Dr Martin Luther King Jr.
Bertahun-tahun telah berlalu sejak kejadian tersebut, dan saat itu Amerika telah melihat presiden kulit hitam berkuasa, serta para senator, pengacara, dan wali kota. Namun nyatanya, kata Bray, diskriminasi terhadap orang kulit hitam tidak berubah.
"Apa yang terjadi di Amerik Serikat adalah apa yang telah terjadi selama bertahun-tahun. Kami menderita, mendapatkan perilaku rasisme dan kekerasan. Apa yang terjadi pada George Floyd telah terjadi pada banyak pria kulit hitam Afrika-Amerika yang pada dasarnya mengalami kematian dan kekerasan mematikan oleh penegak hukum," ujarnya kepada TRT World dalam sebuah wawancara.
Bertahun-tahun lamanya, lanjut dia, banyak Muslim berkulit hitam terkemuka yang aktif dalam gerakan hak-hak sipil. Malcom X atau Muhammad Ali adalah di antaranya.
Memang beberapa dari mereka memiliki sejarah kontroversial dan masih sulit dikonfirmasi, apakah benar memeluk Islam, namun tetap saja keberanian mereka telah terbukti menjadi sumber inspirasi bagi kaum Muslimin.