Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Muslim Amerika yang Memperjuangkan Hak-Hak Sipil

Saskia Rahma Nindita Putri , Jurnalis-Jum'at, 05 Juni 2020 |15:31 WIB
4 Muslim Amerika yang Memperjuangkan Hak-Hak Sipil
Ilustrasi. (Foto: Unsplash)
A
A
A

3. The Nation of Islam (NOI)

Sejarah tentang Muslim Kulit Hitam di AS tidak akan lengkap tanpa menyebutkan NOI. NOI didirikan oleh Wallace Fard Muhammad pada 1930, yang semakin dikenal karena Elijah Muhammad, pemimpin Muslim kontroversial yang ajarannya menyimpang dari Islam arus utama.

Dilahirkan pada 1897 di Georgia sebagai Elijah Poole, di usianya yang masih muda ia pernah menyaksikan hukuman mati tanpa pengadilan terhadap Albert Hamilton, seorang berketurunan Afrika-Amerika. Kejadian itu memiliki dampak mendalam pada dirinya.

Elijah Muhammad kemudian mengambil alih kepemimpinan NOI dari pendiri NOI, Fard.

"Nation of Islam tidak mengadopsi Islam ortodoks atau seperti beberapa orang akan mengatakan Islam Sunni,” kata Mahdi Bray, "Orang-orang seperti Muhammad Ali membantu membangun jembatan itu, kemudian menolak beberapa ajaran agama yang diberikan oleh Elijah Muhammad."

Namun, kelompok itu mendukung nasionalisme kulit hitam dan memiliki daya tarik yang luas.

"Seperti yang biasa dikatakan oleh seorang syekh dari Arab Saudi bahwa mungkin mereka tidak sholat dengan benar, tetapi mereka sholat ke arah yang benar," kata Bray.

4. Malcolm X

Malcolm Little lahir pada 1925 dengan warna kulit yang dianggap lebih terang daripada saudara-saudaranya. Ini adalah sesuatu yang membuat ayahnya lebih suka dia daripada anak-anak lain karena secara tak sadar sangat menderita dengan stigma terhadap orang kulit hitam sehingga dia cenderung lebih menyukai anak-anak yang tak masuk ke stigma tersebut.

Diskriminasi yang ia hadapi sebagai seorang anak membentuk pandangannya di kemudian hari ketika, tidak seperti King, ia dengan tegas menentang untuk melakukan rekonsiliasi dengan orang kulit putih –setidaknya dalam sebagian besar hidupnya.

Di masa mudanya, ia termasuk unggul di sekolah, namun gurunya sendiri tampak meremehkan dirinya dengan berkata untuk lebih realistis sebagai tukang kayu daripada terus bermimpi menjadi seorang pengacara.

Malcolm menggantikan Little dalam namanya dengan huruf X yang menyangkal dominasi kulit putih. Malcolm muda menghabiskan beberapa tahun di penjara, waktu di mana ia masuk Islam dan setelah dibebaskan ia menjadi anggota aktif dari NOI. Dia diketahui telah menyediakan banyak senjata intelektual untuk gerakan Black Power.

Setelah mengembangkan perbedaan dengan Elijah Muhammad, ia meninggalkan NOI pada 1964 dan melakukan perjalanan ke Arab Saudi untuk melakukan haji. Dia mengubah namanya menjadi El Hajj Malik el Shabazz.

Di akhir hayatnya, Malcolm X ditembak mati pada 1965 oleh beberapa anggota NOI.

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement