Masuk Pesantren di Jateng, Santri Wajib Karantina 14 Hari

Sabtu 06 Juni 2020 21:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 06 614 2225516 masuk-pesantren-di-jateng-santri-wajib-karantina-14-hari-5zTaNSGHo7.JPG Wagub Jawa Tengah, Taj Yasin (Foto: Instagram/@tajyasinmz)

SELURUH pondok pesantren (ponpes) di wilayah Jawa Tengah (Jateng) diminta melakukan karantina terhadap santri yang baru tiba dari daerah asal. Tujuannya, untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di lingkungan pesantren.

Wakil Gubernur (Wagub) Jateng, Taj Yasin menjelaskan, karantina di lingkungan pesantren wajib dilakukan selama dua pekan atau 14 hari. Setelah rampung menjalani karantina, santri yang kembali masuk pondok dan diperbolehkan mengikuti kegiatan belajar dan mengaji bersama teman-temannya.

Wagub juga meminta pengasuh ponpes berkoordinasi dengan Gugus Tugas di setiap daerah. Dengan demikian saat santri tiba di ponpes, tim Gugus Tugas bisa langsung melakukan pemeriksaan kesehatan dan mengarahkan ke tempat karantina.

Baca juga: Masa Depan Pendidikan Pesantren Pasca Covid-19

“Santri yang tiba di ponpes harus lebih dulu masuk karantina. Baik secara mandiri yang disediakan ponpes atau bangunan pemerintah yang ada di sekitar ponpes. Setelah karantina, jika tidak ada gejala Covid-19 bisa langsung mengikuti kegiatan,” ujar Wagub, mengutip laman Solopos.

Santri Pondok Pesantren

Bukan hanya karantina mandiri, dirinya juga mengimbau kedatangan santri ke ponpes di Jateng dilakukan secara bertahap. Mekanisme kembalinya santri ini bisa dikoordinasikan dengan para alumni maupun organisasi ponpes.

Tak hanya itu, santri yang akan kembali masuk ke pondok di Jateng juga diwajibkan membawa Surat Keterangan Sehat (SKS) dari puskesmas tempat tinggalnya. Dengan adanya surat itu, maka akan teridentifikasi santri tersebut masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP), orang tanpa gejala (OTG), pasien dalam pengawasan (PDP), atau positif Covid-19.

Baca juga: Masjid Raya Jakarta Islamic Centre Kembali Dibuka untuk Umum

“Jika hasil pemeriksaannya sehat, maka bisa mengantongi Surat Keterangan Sehat. Surat ini nanti bisa disampaikan ke Gugus Tugas dan diteruskan ke Dinas Perhubungan untuk kemudian mengeluarkan surat jalan,” pungkasnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya