Share

Bagaimana Hukum Memotong Rambut dan Kuku saat Haid?

Sabtu 06 Juni 2020 16:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 06 616 2225468 bagaimana-hukum-memotong-rambut-dan-kuku-saat-haid-gRflh8I91x.JPG ilustrasi (Foto: Boston Magazine)

MENSTRUASI atau haid lazim dialami setiap wanita yang memang sudah menjadi kodratnya. Jika haid datang, maka seluruh kewajiban wanita muslim seperti sholat lima waktu ditangguhkan sementara sambil darah kotor yang keluar benar-benar bersih.

Menukil dari laman Tebuireng Online, haid ialah keluarnya darah dari vagina yang terjadi diakibatkan siklus bulanan alami pada tubuh wanita. Siklus ini merupakan proses organ reproduksi wanita untuk bersiap jika terjadi kehamilan.

Berkembang pemahaman di masyarakat bahwa orang yang sedang haid dilarang memotong kuku dan rambut. Sebab, dalam kondisi itu orang tersebut tidak dalam keadaan suci. Jadi rambut dan kuku yang terpisah dari tubuhnya tentu juga tidak suci. Jika rambut dan kuku ini dibuang, ia akan bermasalah di hari kiamat nanti.

Lantas, bagaimana hukum memotong rambut dan kuku perempuan muslim yang sedang haid? Memotong rambut dan menggunting kuku bagi wanita haid hukumnya makruh. Jika dikerjakan tidak mendapat dosa namun jika tidak dilakukan mendapat pahala.

Baca juga:ย Kisah Perjuangan Santriwati hingga Berhasil Hafal 30 Juz Alquran

Adapun yang wajib dicuci setelah haid berhenti adalah tempat potongan rambut dan kuku bukan rambut dan kuku yang telah terpotong. Jadi kalau sudah terlepas dari badan tidak perlu dicuci. Sebagaimana dijelaskan dalam kitab-kitab berikut ini:

ilustrasi

1. Kitab Nihayatuzzain:

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู„ูŽุฒูู…ูŽู‡ู ุบูุณู’ู„ูŒ ูŠูุณูŽู†ู‘ู ู„ูŽู‡ู ุฃูŽู„ู‘ูŽุง ูŠูุฒููŠู’ู„ูŽ ุดูŽูŠู’ุฆุงู‹ ู…ูู†ู’ ุจูŽุฏูŽู†ูู‡ู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุฏูŽู…ู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ุดูŽุนูŽุฑู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ุธููู’ุฑู‹ุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุบู’ุชูŽุณูู„ูŽ ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽ ูƒูู„ู‘ูŽ ุฌูุฒู’ุกู ูŠูŽุนููˆู’ุฏู ู„ูŽู‡ู ูููŠ ุงู’ู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ููŽู„ูŽูˆู’ ุฃูŽุฒูŽุงู„ูŽู‡ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ู’ุบูุณู’ู„ู ุนูŽุงุฏูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู’ุญูŽุฏูŽุซู ุงู„ู’ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ุชูŽุจู’ูƒููŠู’ุชู‹ุง ู„ูู„ุดู‘ูŽุฎู’ุตู

Artinya: โ€œBarang siapa yang wajib mandi maka agar tidak menghilangkan satupun dari anggota badannya walaupun berupa darah atau kuku sehingga mandi, karena semua anggota badan akan kembali kepadanya di akherat. Jika dia menghilangkannya sebelum mandi maka hadats besar akan kembali kepadanya sebagia teguran kepadanya.โ€ (Nihayatuzzain, 1/31). Nihayatuzzain juz I halaman 31, cetakan Al Maโ€™aarif Bandung.

2. Kitab Fathul Muโ€™in:

ูˆูŽ ) ุซุงูŽู†ููŠู’ู‡ูู…ูŽุง ( ุชูŽุนู’ู…ููŠู’ู…ู ) ุธูŽุงู‡ูุฑู ( ุจูŽุฏูŽู†ู ุญูŽุชู‰ู‘ูŽ ) ูŽุงู’ู„ุฃูŽุธู’ูุงูŽุฑูŽ ูˆูŽู…ุงูŽ ุชูŽุญู’ุชูŽู‡ุงูŽ ูˆูŽ ( ุงู„ุดู‘ูŽุนู’ุฑูŽ ) ุธูŽุงู‡ูุฑู‹ุง ูˆูŽุจุงูŽุทูู†ุงู‹ ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุซูููŽ ูˆูŽู…ุงูŽ ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ ู†ูŽุญู’ูˆู ู…ูŽู†ู’ุจูŽุชู ุดูŽุนู’ุฑูŽุฉู ุฒูŽุงู„ูŽุชู’ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุบูŽุณู’ู„ูู‡ุงูŽ

Artinya: โ€œSyarat yang kedua yaitu meratakan air pada seluruh anggota zhohir badan hingga kuku dan di bagian bawahnya, rambut bagian luar dan dalam, yakni tempat tumbuhnya rambut yang telah lepas sebelum mandi.โ€ (Fathul Muโ€™in, 1/31). (Hamisy Iโ€™anatuththalibin juz I halaman 75, cetakan al โ€˜Alawiyyah).

Oleh: Almara Sukma

Penulis adalah mahasantri Maโ€™had Aly Hasyim Asyโ€™ari

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini