Share

Keunikan Kota Dearborn & Warga Muslim Keturunan Arab di Amerika

Senin 08 Juni 2020 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 08 614 2226444 keunikan-kota-dearborn-warga-muslim-keturunan-arab-di-amerika-CLr7BJ7kZB.jpg Aktivitas muslim keturunan Arab di Kota Dearborn, AS (Foto: AP)

WARGA muslim keturunan Arab di Kota Dearborn, Amerika Serikat tercatat berjumlah cukup besar. Ya, kota berpenduduk lebih dari 90 ribu jiwa itu memang dikenal sebagai kota dengan populasi warga muslim pendatang terbanyak di negeri Paman Sam.

Kebanyakan dari mereka berasal dari Syria, Lebanon, Palestina, Yaman dan Iraq.

β€œItu karena begitu banyak orang yang masih baru di negara ini dan mereka itu adalah target usaha Anda. Jika Anda seorang apoteker yang berbicara bahasa Arab, salah satu kelebihan Anda adalah bilingual. Jadi, Anda ingin orang tahu Anda bilingual dengan menggunakan dua bahasa di papan nama usaha," ucap seorang warga, Sally Howell, melansir laman VOA Indonesia.

Baca juga: Daarul Qur'an Sudah Punya Pesantren Virtual sebelum Corona Mewabah

Semakin banyaknya pendatang muslim di kota ini, umat Islam pun kian mudah menemukan makanan halal bahkan di restoran waralaba besar yang mungkin sulit ditemukan di kota lain di Amerika.

Ilustrasi

β€œAda transformasi dari yang semula disebut restoran Lebanon atau Arab, kini menjadi hanya restoran halal," tuturnya.

Hal menarik lainnya di kota ini ialah umat muslim tidak sulit menemukan masjid. Ya, masjid-masjid di sana juga ramai dengan suara adzan yang berkumandang ke luar. Salah satunya adalah masjid yang dibangun pada tahun 1930an, bernama American Moslem Society.

Baca juga:Kewajiban Salat Jumat Tertulis di Dalam Alquran

"Ini masjid tertua di Amerika Utara. Berdiri sejak tahun 1937. Saat itu banyak imigran terutama dari Timur Tengah datang untuk bekerja di perusahaan otomotif," kata pengurus masjid, Mohammad Osman.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Saat pertama adzan berkumandang dari masjid ini, warga sekitar mengajukan protes. Hingga akhirnya masalah tersebut diselesaikan di pengadilan.

"Tahun 1970-an mereka harus ke pengadilan. Alhamdulillah, masjid menang dan adzan bisa berkumandang melalui pengeras suara," kata dia.

Seiring berjalannya waktu, adzan saat ini tidak hanya berkumandang di Dearborn, namun juga beberapa kota di Amerika. Masyarakat setempat yang mayoritas nonmuslim itu mulai mengizinkan adzan berkumandang hingga keluar masjid.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini