Bagaimana Hukumnya Bayar Fidyah Puasa dengan Uang Tunai?

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 09 Juni 2020 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 09 330 2226819 bagaimana-hukumnya-bayar-fidyah-puasa-dengan-uang-tunai-ErwZBWywNw.jpg ilustrasi (stutterstock)

ORANG yang meninggalkan puasa Ramadhan karena uzur seperti orang tua renta, sakit parah yang tidak bisa diharapkan sembuh dan golongan orang tak mampu berpuasa secara penuh, dapat keringanan dalam Islam. Orang dalam katagori ini tak diwajibkan mengganti atau mengqadha puasanya jika benar-benar tak mampu.

Tapi, sebagai gantinya diwajibkan membayar fidyah atau juga kafarah sebagai denda sebanyak 1 mud atau 7 ons makanan pokok untuk setiap 1 hari yang ditinggalkan dan dalam konteks Indonesia adalah beras. Apabila 1 bulan penuh maka wajib 21 Kilogram beras untuk fakir miskin.

Baca juga: Makna Terdalam Surah Al Kautsar, Diturunkan untuk Kenikmatan Manusia

Sekarang ini mengingat kebutuhan manusia terhadap uang makin tinggi, tak jarang orang membayar fidyah dengan uang tunai. Nah, bagaimana hukumnya menurut Islam?

Mengutip penjelasan dari website resmi Pondok Pesantren Lirboyo, dalam sebuah referensi dituturkan:

وَلاَ يَجُوزُ إِخْرَاجُ الْقِيمَةِ عِنْدَ الْجُمْهُورِ غَيْرِ الْحَنَفِيَّةِ عَمَلاً بِقَوْلِهِ تَعَالَى: {فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ} وَقَوْلِهِ سُبْحَانَهُ: {فَإِطْعَامُ سِتِّينَ مِسْكِينًا}

“Dan tidak boleh mengeluarkan nominal harga makanan menurut mayoritas ulama selain Hanafiyyah karena mengamalkan firman Allah ‘maka kafaratnya adalah memberi makan sepuluh orang miskin’ dan firman Allah ‘maka wajib memberi makan enam puluh orang miskin.” (Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, XXXV/103)

Dr. Wahbah az-Zuhaili membeberkan alasannya:

وَسَبَبُ جَوَازِ دَفْعِ الْقِيْمَةِ أَنَّ الْمَقْصُوْدَ سَدُّ الْخَلَّةِ وَدَفْعُ الْحَاجَةِ وَيُوْجَدُ ذَلِكَ فِي الْقِيْمَةِ

“Dan penyebab diperbolehkan menyerahkan nominal harga adalah karena tujuannya untuk memenuhi kebutuhan dan hal tersebut bisa tercapai dengan nominal harga tersebut. (Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, IX/7156).


Namun yang harus diperhatikan, apabila membayar fidyah menggunakan uang dengan cara mengikuti pendapat mazhab Hanafi, maka kadar uang yang dikeluarkan disesuaikan dengan takaran dalam madzhab tersebut. Yakni seharga 3,8 kilogram kurma basah, kurma kering atau anggur atau 1,9 kilogram gandum.

Menurut madzhab tersebut hanya empat macam makanan itulah yang dalilnya jelas sehingga dijadikan patokan harga. Maka wajar dalam mazhab ini tidak mematok pada makanan pokok di daerah setempat. (Ad-Dur al-Mukhtar, II/364).

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini