Ucapan dan Ibadah yang Layak di Sisi Allah Ta'ala

Restu Prihargayu, Jurnalis · Jum'at 12 Juni 2020 00:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 11 330 2228601 ucapan-dan-ibadah-yang-layak-di-sisi-allah-ta-ala-E0b4xAGmwU.jpg Ilustrasi sholat. (Foto: Freepik)

BERPIKIR sebelum berucap, itulah yang biasa dilakukan orang bijaksana. Mereka akan hati-hati dengan kata-kata, karena perkataan adalah doa. Ketika mengucapkan sesuatu berarti telah memberikan kehidupan pada kata-kata itu.

Sadar atau tidak, ada kata yang seharusnya tidak dilontarkan saat sedang emosi atau marah, seperti menyebut orang dengan panggilan hewan dan sebagainya. 

Salah satu perbuatan buruk lainnya yang sering dilakukan adalah berbohong. Berapa banyak kebohongan yang dikerjakan?

Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Walaupun berbohong dosa kecil, apabila dilakukan terus-menerus bisa menjadi dosa besar.

Hal lain yang sering dilakukan manusia adalah mengibahi orang lain. Ini adalah perbuatan yang sering terjadi di masyarakat akibat tidak menjaga lisannya. 

Ibadah yang Layak

Sementara untuk ibadah, semuanya memiliki parameter keberhasilan, termasuk sholat. Lalu apa tolok ukur berhasil atau tidaknya sholat seseorang?

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

"Maka apabila kamu telah menyelesaikan sholatmu, zikirlah, ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk, dan di waktu berbaring." (QS An-Nisa: 103) 

Artinya, orang yang sukses atau benar sholatnya, maka akan banyak mengingat Allah. Dia senantiasa terhubung dengan Yang Mahakuasa dalam kondisi apa pun.

Orang yang benar sholatnya bakal merasa diawasi oleh Allah Subhanahu wa ta'ala (ihsan). Ketika sudah merasa diperhatikan Allah, kecil kemungkinan melakukan maksiat.

Inilah yang melahirkan ciri kedua dari para ahli sholat, yaitu terjauh dari perbuatan keji dan mungkar. (Sesuai QS 29: 45) 

Selalu Berhubungan dengan Allah Ta'ala

Dengan selalu mengingat Allah Subhanahu wa ta'ala, bertambah kuatlah imannya. Dikarenakan peningkatan itu, semakin senang ketika beribadah. Akibat senang beribadah, akhlak akan bertambah mulia.

Nikmatnya sholat, ringannya tahajud, hobi membaca Alquran, selalu terjaga wudunya, dzikirnya, Sholat Dhuha-nya, sedekahnya, silaturahminya, dan asyik dengan introspeksi diri.

Sebagai buahnya, terjauh dari maksiat. Bagaimana bisa bermaksiat sedangkan selalu merasa ada Allah Subhanahu wa ta'ala, Dzat Yang Maha-Menatap, Menyaksikan, Mendengar, lagi Memerhatikan segala gerak-gerik.

Oleh karena itu, hadirkanlah mahkamah kesadaran "maiyyatullâh" yaitu bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala selalu bersamanya.

Alone but never lonely; sendiri tetapi tidak pernah merasa sendirian. 

View this post on Instagram

👍👍😍😍 Coba dibiasakan kalimat thoyyibah yg keluar dari lisan kita, bukan ucapkan kasar atau nama hewan yg keluar 📝 . . • • Tolong aamiin kan doa ini: Ya Allah! Berkahilah usia kami, sehatkanlah tubuh kami, terangilah hati kami, mantapkanlah iman kami, bantulah kami memperbaiki amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari maksiat dan keburukan. Aamiin Ya Rabbal'alamiin . . Inspirasi @sahabatsurga . Setiap ibadah memiliki parameter keberhasilannya, termasuk shalat yang kita lakukan. Lalu, apa tolok ukur berhasil atau sukses tidaknya shalat kita? . Allah berfirman, "Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalatmu, dzikirlah, ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk, dan di waktu berbaring" (QS An-Nisâ':103) . . Artinya, orang yang sukses atau benar shalatnya, dia akan banyak mengingat Allah (Stay Connecting with Allah). . . Dia senantiasa terhubung dengan Yang Mahakuasa dalam kondisi apapun: berdiri, duduk, ataupun berbaring. . . @sahabatsurga Orang yang BENAR SHOLAT NYA, dia akan merasa dilihat dan diawasi Allah Ta'ala (ihsan). Dan, ketika sudah merasa dilihat dan diawasi Allah, kecil kemungkinan baginya untuk melakukan maksiat. Inilah yang melahirkan ciri kedua dari para ahli shalat, yaitu terjauh dari perbuatan keji dan mungkar. (Sesuai QS.29:45) . . Selalu connect with Allah.. Dengan selalu ingat Allah, bertambah kuatlah imannya. Karena bertambah kuat imannya, dia pun semakin senang beribadah. Karena senang beribadah, dia pun berakhlak mulia. Nikmatnya shalat, ringannya tahajud, hobinya membaca Al-Quran, selalu terjaga wudhunya, dzikirnya, shalat Dhuhanya, sedekahnya, silaturahmi nya, dan dia asyik dengan introspeksi diri. . . Sebagai buahnya, di pun jauh dari maksiat. Bagaimana bisa bermaksiat sedangkan dia selalu merasa ada Allah, Dzat Yang Maha Menatap, Menyaksikan, Mendengar, lagi Memperhatikan segala gerak-geriknya. . Maka, hadirkanlah mahkamah kesadaran "maiyyatullâh", yaitu bahwa Allah selalu bersamanya. Alone but never lonely; sendiri akan tetapi tidak pernah merasa sendirian. . . #PetikHikmahnya @sahabatsurga

A post shared by Sahabatsurga (@sahabatsurga) on

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini