Hukum Berdoa dalam Bahasa Indonesia saat Sholat

Rizka Diputra, Jurnalis · Kamis 11 Juni 2020 10:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 11 616 2228073 hukum-berdoa-dalam-bahasa-indonesia-saat-sholat-vmhjyve58C.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SETIAP muslim diwajibkan melaksanakan sholat lima waktu atau sholat maktubah dalam sehari semalam. Ritual sholat diawali dengan doa dan diakhiri pula dengan doa. Sejak memulai hingga mengakhirinya kita menggunakan bahasa Arab.

Tentu tidak semua umat Islam memahami arti bacaan sholat yang diucapkannya. Begitupun juga dengan doa. Lantas, bolehkah membaca doa dalam bahasa yang kita mengerti semisal bahasa Indonesia?

Jika orang tersebut mampu berdoa menggunakan bahasa Arab dengan baik, maka sebaiknya tidak berdoa dengan selain bahasa Arab. Namun, bila dia tidak mampu mengucapkan bahasa Arab dengan baik, pun tidak memahami artinya maka boleh-boleh saja dia berdoa dengan selain bahasa arab. Itupun selama dia masih tetap berusaha belajar bahasa Arab.

Melansir dari laman muslim.or.id, orang yang berdoa menggunakan selain bahasa Arab di luar sholat tidak dilarang. Namun, hal ini dengan catatan jika orang tersebut bisa lebih menghadirkan hatinya jika berdoa dengan selain bahasa Arab.

Baca juga: Gerhana Matahari Bakal Melanda Makkah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berujar:

والدعاء يجوز بالعربية ، وبغير العربية ، والله سبحانه يعلم قصد الداعي ومراده ، وإن لم يقوِّم لسانه ، فإنَّه يعلم ضجيج الأصوات ، باختلاف اللغات على تنوع الحاجات

“Berdoa itu boleh dengan menggunakan bahasa Arab maupun selain bahasa Arab. Allah mengetahui tujuan dan maksud orang yang berdoa, walaupun bahasanya tidak fasih. Allah mengetahui maksud di balik suara tidak jelas, dengan berbagai macam jenis bahasa dan hajat-hajatnya” (Majmu’ Al-Fatawa, 22/488-489).

Ilustrasi

Tidak ada larangan bagi seseorang berdoa menggunakan bahasa selain Arab sekalipun berdoa dengan kalimat yang tidak terdapat dalam Alquran maupun hadits, sepanjang doa yang dipanjatkan mengandung kebaikan (hasanat). Sebab, Allah Subhanahu wata'ala maha mengetahui semua bahasa, bahkan sebelum terucap sekalipun Allah lebih dulu mengetahui isi hati hamba-Nya.

Baca juga: Humor Gus Dur: Kirim Tim Khusus Hantu Pondok Indah

Namun demikian, seperti kita tahu bahwa para nabi dan rasul jika mereka berdoa tentu menggunakan bahasa Arab dan doa mereka adalah doa yang paling agung kandungan maknanya. Sehingga dianjurkan bagi muslim untuk berdoa sesuai kalimat-kalimat doa yang termaktub dalam Alquran dan Hadits.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah:

وينبغي للخلق أنْ يدْعوا بالأدعية الشرعيَّة التي جاء بها الكتاب والسنة ؛ فإنَّ ذلك لا ريب في فضله وحُسنه وأنَّه الصراط المستقيم ، وقد ذكر علماءُ الإسلام وأئمَّة الدين الأدعيةَ الشرعيَّة ، وأعرضوا عن الأدعية البدعية فينبغي اتباع ذلك

“Seyogyanya bagi seorang hamba agar berdoa dengan lafazh yang terdapat di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah karena hal tersebut tidak diragukan lagi keutamaannya dan kebaikannya. Dan doa-doa tersebut adalah shiratal mustaqim (jalan yang lurus). Ulama-ulama Islam dan imam-imam mereka berdoa dengan lafazh yang ada di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah dan berpaling dari lafadz doa yang bid’ah. Maka sepatutnya untuk meneladani hal tersebut” (Majmu’ Al Fatawa, 1/346-348).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya