PARA santri akan kembali masuk ke Rumah Tahfidz setelah diliburkan sejak pertengahan April 2020 karena wabah virus corona. Proses belajar mengajar tatap muka bakal dihidupkan lagi memasuki era new normal dengan protokol kesehatan yang dirancang oleh Rumah Tahfidz Center dan Daarul Qur'an.
General Manager Sosial, Dakwah dan Advokasi PPPA Daarul Qur'an, Ustadz Agus Jumadi mengatakan, bahwa para santri Rumah Tahfidz di seluruh Indonesia akan memulai aktivitas belajar dan menghafal Alqur'an pada 13 Juli 2020. Pihaknya telah memberikan edukasi kepada seluruh koordinator daerah rumah tahfidz.
Baca juga: Kisah Menarik di Balik Munculnya Adzan sebagai Panggilan Sholat
Sedangkan untuk menyesuaikan dengan era new normal, para santri rumah tahfidz perlu memerhatikan sejumlah protokol kesehatan. Ustadz Agus pun menyebutkan, protokol kesehatan tersebut wajib diikuti oleh seluruh elemen di rumah tahfidz, baik pengasuh, pengajar hingga santri.
"Maka dari itu, ada protokol kesehatan yang harus dilengkapi, pertama santri disarankan untuk rapid test di tempatnya masing-masing, bagi rumah tahfidz atau pesantren yang mukim, kalau tidak rapid test minimal punya surat kesehatan dari instansi kesehatan setempat," kata Ustadz Agus dalam keterangan resmi dari PPPA Darul Qur'an yang Okezone terima, Sabtu (13/6/2020).
Lebih lanjut, santri disarankan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari di rumahnya masing-masing sebelum masuk rumah tahfidz. Selain itu, santri juga diwajibkan membawa peralatan pribadinya dengan lengkap agar tidak saling bertukar dengan rekan-rekannya.