URIP Nugroho, seorang Kepala Desa Kali Agung, Kecamatan Kedurang, Bengkulu Selatan berhasil menyandang status sebagai Kades Teladan dan memiliki kesempatan berharga bertemu orang nomor satu di republik ini, yaitu Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Tepatnya pada Agustus 2015 lalu, dia dipanggil Presiden ke Istana Negara atas prestasinya mengembangkan mungkus dan beras Kedurang. Dia dianggap sukses memimpin Desa Kali Agung sebagai salah satu desa terbaik selama periode 2014-2020.
Hal itu membuat warga memintanya untuk kembali mencalonkan diri dalam pemilihan kades di tahun ini. Akan tetapi, Urip justru memilih kembali menjadi guru honorer di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 3 Manna, Bengkulu Selatan. Profesi itu memang telah dilakoni Urip jauh sebelum dirinya terpilih sebagai kades.
"Bukan gaji yang saya cari. Tetapi saya lebih menjiwai menjadi guru ketimbang menjadi kades. Tetapi saya menghargai keputusan masyarakat yang sudah mempercayakan saya memimpin desa ini," kata lulusan sarjana pendidikan ini, melansir website resmi Kemenag.
Baca juga: Ganjaran Pahala bagi Orangtua yang Mengajari Anak Membaca Alquran
Pernyataan itu terlontar dari lisan Urip saat dirinya bertemu Kakanwil Kemenag Bengkulu, Bustasar yang kebetulan sedang melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah Bengkulu Selatan.
Kakanwil pun mengaku kagum dengan pilihan alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Manna ini. Padahal, menurut Bustasar, bila melihat dari sisi penghasilan, jabatan kades tentu lebih menjanjikan dibandingkan guru honorer yang hanya memperoleh gaji Rp500-600 ribu per bulan.
"Ini bagian dari pengabdian, artinya komitmen Bapak Urip patut kita hargai. Sehingga memberikan semangat baru bagi guru-guru lain," tukas Kakanwil yang didampingi Kepala MTs N 3 Manna Buyung Kalil.
Urip berharap pengalaman hidupnya dapat memotivasi para rekan sesama pendidik untuk terus mengabdi di dunia pendidikan. Saat dirinya menjabat sebagai kades lanjut Urip, dirinya pun tak bisa lepas dari dunia pendidikan.
Baca juga: 2 Ayat dalam Alquran Paling Dicintai Nabi Muhammad dari Seisi Bumi
‘’Meskipun sudah menjadi kades, saya juga masih aktif mengajar di sini. Tetapi hanya tiga hari dalam seminggu,’’ kata Urip yang memegang bidang studi Agama sejak tahun 2012.
Semboyan 'Kemenag Ikhlas Beramal' pun tak pernah hilang dari sanubarinya. ''Dengan ikhlas beramal. Yakinlah Allah SWT akan membalas semua kebaikan dan kinerja kita selama ini,'' sambung dia.