Ada Gerhana Matahari Cincin 21 Juni, Begini Tata Cara Sholat Kusuf

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 17 Juni 2020 14:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 17 330 2231583 ada-gerhana-matahari-cincin-21-juni-begini-tata-cara-sholat-kusuf-FsLPhtsgdH.jpg Gerhana Matahari Cincin tampak di langit Pulau Simeuleu, Aceh (Okezone.com/Windy Phagta)

GERHANA Matahari Cincin (GMC) akan terjadi pada Minggu 21 Juni 2020. Saat puncak gerhana nanti, matahari akan terlihat seperti cincin yaitu gelap di tengah dan terang dilingkaran pinggirnya.

BMKG menyebutkan wilayah yang terlewati jalur cincin pada GMC nanti adalah Kongo, Sudan Selatan, Ethiopia, Yaman, Oman, Pakistan, India, Cina, dan Samudera Pasifik. Gerhana ini juga dapat diamati di sebagian Afrika bagian utara dan timur, Asia termasuk Indonesia, Samudera India, sebagian negara Eropa, Australia bagian Utara, dan Samudera Pasifik berupa Gerhana Matahari Sebagian.

Baca juga: Kembali Dibuka, Ini 5 Destinasi Wisata Religi di Banda Aceh

Saat gerhana terjadi, Islam sangat menganjurkan untuk memperbanyak berzikir, berdoa dan Sholat Gerhana Matahari atau sholat kusuf.

Rasululluah SAW bersabda yang artinya “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah bagian dari kekuasaan Allah. Gerhana bulan atau matahari terjadi bukan karena kematian atau kelahiran seseorang. Apabila kalian melihat gerhana, takbirlah, berdoalah kepada Allah, kerjakan sholat dan bersedekalah wahai umat Muhammad,” (HR Muslim).

Ulama sepakat Sholat Gerhana Matahari hukumnya sunnah muakad. Dikerjakan dua rakaat.

Berikut tata pelaksanaan Sholat Gerhana Matahari:

1) Niat di dalam hati.

2) Takbiratul ihram seperti salat pada umumnya.

3) Membaca doa iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al-Fatihah dan membaca surat yang panjang dengan diperdengarkan suaranya.

4) Lalu ruku sambil memanjangkannya.

5) Bangkit dari ruku’ (i’tidal).

6) Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat yang panjang (berdiri yang kedua lebih singkat dari pertama).

7) Ruku kembali (ruku kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku sebelumnya.

8) Bangkit dari ruku (i’tidal)

9) Sujud yang panjangnya sebagaimana ruku. lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.

10) Bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama (bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya).

11) Tasyahud.

12) Dan terakhir salam.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini