IRAN merupakan salah satu negara di Timur Tengah yang paling terpukul karena pandemi virus corona atau Covid-19, negara tersebut pun perlahan mulai membuka lockdown.
Dalam keputusan rapat konsultasi lalu, negara tersebut memutuskan untuk membuka kembali tempat ibadah seperti masjid. Sebelumnya, pemerintah Iran menutup masjid pada pertengahan Maret lalu.
Masjid Agung Abolmaali yang terletak di provinsi tengah Yazd, Iran ini diketahui telah menjalani proyek perbaikan alias renovasi.
Proyek renovasi masjid ini bertujuan menghidupkan, melestarikan, melindungi, sekaligus memperkuat kembali sejarah negeri para mullah itu.
Baca juga: Annisa Tri Hapsari Kupas Makna Sila Pancasila dalam Perspektif Alquran
Melansir dari laman Tehrantimes, Masjid Agung Abolmaali diketahui telah berdiri sejak berabad-abad silam dengan sejarah cukup panjang.
“Proyek tersebut meliputi penguatan atap masjid, mengubah bata bangunan yang sudah usang dengan bata yang kokoh dan memperbaiki badgir (penangkap angin) masjid,” ucap kepala pariwisata provinsi, Mohammad Reza Falahati.
Masjid Agung Abolmaali yang berdiri sejak abad ke-13 itu pun termasuk daftar warisan nasional Iran.
Masjid tersebut dibangun oleh Khajeh Abolmaali, dari keluarga kaya dan wali di Yazd, Iran. Dia juga membangun sebuah sekolah, pemandian umum, dan sebuah makam di sebelah lingkungan masjid.
Baca juga: Tiga Rumah yang Tidak Akan Dimasuki Malaikat
Masjid Agung Abolmaali sangat menarik dipandang. Dengan fitur arsitektur yang unik, termasuk garmkhaneh besar (ruang panas di mana orang melakukan wudhu), halaman, dan makam serta penangkap angin.