Masjid Si Pitung, Situs Bersejarah di Pesisir Jakarta

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Kamis 18 Juni 2020 15:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 18 615 2232290 masjid-si-pitung-situs-bersejarah-di-pesisir-jakarta-9KgS8WmDcm.jpeg Masjid Al Alam, Marunda, Jakarta Utara (Okezone.com/Achmad)

MASJID Al Alam Marunda atau Masjid Si Pitung salah satu situs wisata religi di Ibu Kota. Terletak di dekat pantai Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, masjid ini sering didatangi peziarah.

Konon, rumah ibadah yang dulu bernama Masjid Auliya ini adalah masjid pertama dibangun di Jakarta. Masjid ini prakarsai oleh Fatahilah, pahlawan yang mengusir Portugis dari Sunda Kelapa dan mendirikan Jayakarta (Jakarta sekarang).

Baca juga: Ini 5 Destinasi Wisata Religi di Banda Aceh

Pembangunan awal masjid ini diklaim selesai dalam semalam. “Kalau kata orang tua dulu, (masjid) ini didirikan hanya dalam waktu semalam," kata pengurus Masjid Al Alam Marunda, Kusnadi kepada Okezone beberapa waktu lalu.

ilustrasi

Pada 1980, Dinas Purbakala DKI Jakarta pernah meneliti bahwa Masjid Si Pitung ini diperkirakan dibangun pada 22 Juni 1527. Tanggal ini diyakini sebagai hari jadi Jakarta.

Menurut riwayat, saat itu Fatahilah bersama pasukannya dari Demak-Cirebon datang untuk mengusir Portugis dari Sunda Kelapa. Dia membangun masjid sebagai tempat ibadah sekaligus konsentrasi pasukan.

Fatahilah bersama pasukannya kemudian berhasil merebut Sunda Kelapa dan mendirikan Jayakarta.

Arsitektur masjid ini mengandung empat unsur kebudayaan; Jawa, Eropa, China dan Betawi.

"Kalau dilihat dari atas bangunnan memiliki gaya joglo itu arsitek Jawa, lalu uwungan agak melungkung dari atas digenting itu, nah itu asal arsitek dari China. Selanjutnya gaya arsitek dari Eropa terdapat dari empat pilarnya atau tiang-tiang dicor yang sangat kokoh. Yang terakhir itu Betawi dilihat dari unsur jendela dan ukirannya," bebernya.

Masjid ini sengaja dibangun megah dengan gaya campuran karena Marunda saat itu merupakan kota sekaligus pusat perekonomian.

Masa Hindia Belanda, masjid ini jadi pusat dakwah yang melahirkan para pejuang dan benteng pertahanan pejuang Jakarta.

Pada 1884, Gunung Krakatau meletus lalu memunculkan tsunami yang menyapu Sunda Kelapa hingga Marunda. Tapi, Masjid Al Alam diyakini tak tersentuh, meski kawasan di sekitarnya hancur diamuk gelombang pembunuh.

Berdasarkan serita orang dulu, kata Kusnadi, ombak tsunami terbelah saat tiba di Masjid Al Alam sehingga tak merusak bangunannya.

Di kompleks masjid ada makam KH Jamiin bin Abdullah dan sumur dengan air tiga rasa yang sebagian orang percaya bisa menyembuhkan penyakit.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini