Tiga Langkah untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Halal Indonesia

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 19 Juni 2020 20:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 19 614 2233222 tiga-langkah-untuk-meningkatkan-daya-saing-industri-halal-indonesia-tt1XYQLawG.jpg ilustrasi (Okezone)

JAKARTA – Indonesia sangat berpotensi menjadi pusat industri halal dunia. Industri halal di Tanah Air perlu terus meningkatkan daya saing agar mampu berkompetisi di pasar internasional. Langkah apa yang perlu dilakukan?

Direktur Bidang Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Afdhal Aliasar mengatakan, ada tiga hal yang perlu dilakukan pelaku usaha dan industri halal Indonesia untuk meningkatkan daya saing.

Pertama, meningkatkan kualitas yang dihasilkannya agar memenuhi standar pasar internasional. Kedua, memenuhi kapasitas produksi, sehingga skill dalam production harus memadai.

“Ketiga, harus ada continuity, yaitu produknya selalu diproduksi sehingga selalu ready stock secara berkesinambungan," kata Afdhal seperti dikutip dari laman resmi Kemenag, Jumat (19/6/2020).

Baca juga: 10 Gaya Hijab Berbagai Negara, dari Somalia hingga Indonesia

Hal itu disampaikan Afdhal saat menjadi narasumber dalam acara Academic-Business-Government (ABG) Gathering on Halal digelar secara virtual bertema ‘Industri Halal, UMKM dan Daya Saing Ekonomi Nasional’ di Jakarta, Kamis kemarin.

Menurut Afdhal, industri halal di Indonesia telah mengalami perkembangan yang cukup menggembirakan. Bahkan, pada 2019 menjadi tahun achievement di sektor ekonomi syariah dan industri halal Indonesia.

“Pada Mei 2019 lalu, Bapak Presiden telah melaunching Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia, di mana di dalamnya terdapat penguatan Halal Value Chain," terang Afdhal.

Pemerintah juga sangat serius mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah. Salah satu hal yang dilakukan adalah dengan memperbaiki dan mengembangkan sektor ekonominya.

Hal senada diungkapkan Dirjen IKM Kementerian Perindustrian, Sri Yunianti. Menurutnya, untuk menembus pasar ekspor, pelaku industri perlu memenuhi prasyarat mutu dan juga kontinuitas ketersediaan produk.

"Untuk ekspor yang harus kita berdayakan bersama agar IKM bisa berdaya saing ekspor, selain prasyarat mutu juga prasyarat kontinuitas produksinya," terang Sri.

Saat ini pangsa pasar produk IKM memang masih didominasi pasar lokal dalam negeri. Dari 4,4 juta IKM di Indonesia, lanjut Sri, sebagian besarnya adalah industri kecil (98%) mayoritas industri rumah tangga. Dan dari produksi IKM, 98% pasarnya adalah pasar dalam negeri, atau memenuhi kebutuhan-kebutuhan lokal.

Sri menjelaskan bahwa salah satu kendala industri halal yang dihadapi adalah bahan baku yang masih mengandalkan bahan impor.

"Ingredient produk halal masih kebanyakan impor, padahal kita punya potensi besar untuk mensubsitusi bahan-bahan baku impor tersebut. Karena itu, Kemenperin berupaya meningkatkan substitusi impor ini untuk dipenuhi di dalam negeri, dengan pemberdayaan semua sektor dari hulu ke hilir," jelas Sri.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya