Ini 9 Waktu Jimak yang Dianjurkan Menurut Syariat

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 19 Juni 2020 22:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 19 616 2233148 ini-9-waktu-jimak-yang-dianjurkan-menurut-syariat-vcFcStEKaK.jpg ilustrasi (stutterstock)

BERJIMAK antara suami dan istri adalah perbuatan yang suci, dan jika melakukannya merupakan bagian dari ibadah dan mendapatkan pahala. Di dalam syariat Islam pun diatur tata cara dan waktu-waktu yang baik untuk berjimak.

Rasulullah SAW, bersabda: "Hati-hatilah saat tanpa berpakaian, karena ada malaikat yang selalu bersama kalian, ia tidak pernah berpisah dari kalian, kecuali saat kalian buang air besar dan berhubungan intim dengan istrinya. Maka hendaknya kalian malu dan menghormati mereka." (HR. Tirmidzi)

Baca juga:  Dilarang dalam Islam, Ini Bahaya Perkawinan Sedarah Secara Medis

Berikut ini adalah waktu-waktu yang disunahkan Rasulullah untuk berjimak, seperti dikutip dari buku Bimbingan Seks Lengkap Bagi Kaum Muslimin, karya Pendiri Islamic Center of Sounthern California. Dr, Hassan Hathout:

1. Malam pertama bulan Ramadhan. Imam Ali bin Abi Thalib berkata, “Disunahkan bagi seorang suami untuk menggauli istrinya pada malam pertama bulan Ramadhan.”

2. Pada akhir malam, dalam hadis dinyatakan, “Jika kalian ingin berjimak lakukanlah di akhir malam, karena hal itu menyehatkan badan.”

3. Malam Senin. Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah engkau menggauli istrimu pada malam Senin, karena jika Allah menakdirkan seorang anak, ia akan menjadi penghafal Alquran dan ridha pada karunia yang diberikan Allah SWT kepadanya.”

 

4. Malam Selasa. Rasulullah SAW bersabda, “Jika engkau menggauli istrimu pada malam Selasa, dan (dari persetubuhan itu) kalian dianugerahi anak, maka ia akan mendapat syahadah (kesaksian) setelah kesaksiannya bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, Allah tidak akan menyiksanya bersama orang-orang kafir, mulutnya akan mengeluarkan bau yang harum, lembut hatinya, dermawan, lidahnya terjaga dari gibah, dusta, dan fitnah.”

5. Malam Kamis. Rasulullah SAW bersabda, “Jika engkau menggauli istrimu pada malam Kamis, dan (dari berjimak ini) kalian dianugerahi anak, maka ia akan mcnjadi seorang pemimpin dan berilmu.”

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

6. Hari Kamis, waktu zuhur setelah matahari tergelincir dari tcngah langit. Rasulullah SAW bersabda, “Jika engkau menggauli istrimu pada hari Kamis setelah tergelincimya matahari dari tengah langit, dan (dari persetubuhan itu) kahan dianugemhi anak, maka sesungguhnya setan tidak bisa mendekatinya hingga ia beruban dam in akan menjadi orang yang cepat mengerti (memiliki pemahaman yang baik), dam Allah akan memberinya keselamatan dalam agamanya dan dunianya.”

7. Malam Jumat. Rasulullah SAW bersabda, “Jika engkau menggauli istrimu pada malam Jumat, dan (dari persetubuhan itu) kalian dianugerahi anak, maka ia akan menjadi orang yang fasih (pandai) bicaranya.”.

8. Malam Jumat péda akhir waktu Isya (sekitar tengah malam). Rasulullah SAW bersabda, “Jika engkau menggauli istrimu pada malam Jumat pada akhir waktu Isya, dan (dari persetubuhan itu) kalian dianugerahi anak, maka ia dapat diharapkan menj adi wali Allah, insya Allah.”

9. Hari Jumat setelah Asar. Rasulullah SAW bersabda, “Dan jika engkau menggauli istrimu pada hari Jumat setelah Asar, dan (dari persetubuhan itu) kalian dianugerahi anak, maka ia akan menjadi orang terkenal, termasyhur. dan berilmu.”.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya