ISLAM melarang keras memusuhi waliyullah atau wali Allah, orang-orang bertakwa yang dekat sekali dengan Allah. Mereka selalu dalam lindungan Allah SWT, meski terkadang dimusuhi atau difitnah oleh kaum yang tak menyukainya.
Drs. Moh. Syamsi Hasan, M.Pd dalam bukunya ‘Hadis Qudshi’ menjelaskan, wali dalam bahasa Arab adalah seseorang yang dipercaya atau pelindung, yang dimaknai secara umum adalah menjadi teman Allah dalam kalimat walīyullāh.
Baca juga: Cerita Mbah Moen tentang Malaikat Thawaf Kelilingi Ka'bah
Di dalam Alqur’an dijelaskan bahwa wali Allah mempunyai arti orang-orang beriman dan bertakwa.
Sebagaimana Allah SWT berfirman yang artinya: “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
Jika seseorang memusuhi dan menyakiti wali Allah, maka Allah mengumumkan dan akan menabuh genderang perang dengannya. Mengenai hal ini, dijumpai dalam hadist qudshi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, sebagai berikut:
Baca juga: Penyebab Tumbuhnya Uban Menurut Alquran
Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah berfirman ‘barangsiapa yang memusuhi wali Ku, maka sungguh Aku mengumumkan peperangan dengannya. Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai, selain daripada dengan yang aku fardhukan kepadanya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengam nawafil hingga aku mencintainya. Jika, Aku mencintainya, maka Akulah pendengarnya, di mana dia mendengar dengannya; penghliatan yang dengannya dia melihat; tanganya yang dengannya dia berbuat; dan Aku, kakinya yang dengannya dia berjalan. Jika ia meminta kepadaKu, niscaya Aku memberikan apa yang dia minta, dan jika dia memohon perlindungan kepadaKu, tentu Aku memberikan perlindungan kepadanya.”
(Salman Mardira)