Selain itu, status kesehatan para jamaah juga akan dipantau setiap harinya, dengan rumah sakit terpadu disediakan di tempat-tempat suci jika terjadi keadaan darurat selama haji. Para jamaah juga diwajibkan untuk menaati aturan jarak sosial dan pedoman pencegahan penyebaran virus corona.
Sementara itu Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Mohammed Saleh Bentin mengatakan bahwa kementeriannya akan bekerja sama dengan misi-misi diplomatik Arab Saudi untuk menentukan jumlah penduduk non-Saudi yang memenuhi syarat untuk berhaji tahun ini.
Di masa normal sebelum pandemi Covid-19, sekira 2,5 juta jamaah dari berbagai negara menjalankan ibadah haji dan mengunjungi situs-situs suci umat Muslim di Makkah dan Madinah.
Hingga Rabu, Arab Saudi memiliki lebih dari 164.000 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi dengan 1.346 korban meninggal dunia akibat penyakit tersebut.
(Salman Mardira)