ARAB Saudi tetap menggelar ibadah haji 2020 dengan jamaah yang terbatas karena pandemi Covid-19. Calon jamaah harus memenuhi beberapa persyaratan untuk bisa mendapat izin beribadah haji. Diutamakan warga Arab Saudi dan orang-orang yang sudah berada di wilayah kerajaan itu.
Menurut Menteri Kesehatan Arab Saudi Tawfiq Al-Rabiah mengatakan, jamaah yang diizinkan berhaji tahun ini hanya mereka berusia di bawah 65 tahun dan sehat. Jamaah lanjut usia (lansia) dilarang berhaji.
“Hanya orang-orang yang berada di Kerajaan, yang berusia di bawah 65 tahun dan yang tidak memiliki penyakit kronis akan diizinkan untuk melakukan haji tahun ini. Mereka akan diuji sebelum tiba di tempat-tempat suci dan akan mengalami isolasi diri setelah melakukan haji,” kata Al-Rabiah sebagaimana dilansir Arab News, Rabu (24/6/2020).
Baca juga: Arab Saudi Hanya Izinkan 10 Ribu Jamaah Haji
Orang-orang yang menemani para jamaah selama ibadah haji juga akan menjalani tes virus corona.
Selain itu, status kesehatan para jamaah juga akan dipantau setiap harinya, dengan rumah sakit terpadu disediakan di tempat-tempat suci jika terjadi keadaan darurat selama haji. Para jamaah juga diwajibkan untuk menaati aturan jarak sosial dan pedoman pencegahan penyebaran virus corona.
Sementara itu Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Mohammed Saleh Bentin mengatakan bahwa kementeriannya akan bekerja sama dengan misi-misi diplomatik Arab Saudi untuk menentukan jumlah penduduk non-Saudi yang memenuhi syarat untuk berhaji tahun ini.
Di masa normal sebelum pandemi Covid-19, sekira 2,5 juta jamaah dari berbagai negara menjalankan ibadah haji dan mengunjungi situs-situs suci umat Muslim di Makkah dan Madinah.
Hingga Rabu, Arab Saudi memiliki lebih dari 164.000 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi dengan 1.346 korban meninggal dunia akibat penyakit tersebut.
(Salman Mardira)