Masjid Hazrat Kazakhstan, Sholat di Sini Serasa Jadi Sultan

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 25 Juni 2020 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 25 615 2236118 masjid-hazrat-kazakhstan-sholat-di-sini-serasa-jadi-sultan-paLoJs7GTO.JPG Masjid Hazrat Sultan di Kazakhstan (Foto: kazakhstan.travel)

KAZAKHSTAN memiliki beberapa arsitektur unik. Salah satunya Masjid Hazrat Sultan. Masjid ini bergaya sangat menarik dan jadi salah satu rumah ibadah sebagai tujuan destinasi wisata religi di negara ini.

Dilansir dari laman Itinari, Masjid Hazrat Sultan terletak di Tauelsizdik Ave 48, Nur-Sultan 020000, Kazakhstan. Masjid tersebut merupakan salah satu masjid terindah di negara Respublikas─▒ Qazaqstan Federalsan─▒ ini. Masjid ini memiliki daya tarik tersendiri, dan jadi masjid terbesar kedua di Asia Tengah.

Seluas lebih dari 11 hektare, masjid ini mampu menampung 5.000 ribu jamaah, dan pada hari libur bisa mencapai 10.000 orang. Masjid Hazrat Sultan juga memiliki kubah setinggi 51 meter, menjadi yang terbesar di negara ini.

Baca juga: Ribuan Santri Kembali ke Pesantren di Tasikmalaya, Wajib Bawa Surat Sehat

Masjid ini dibangun dengan arsitektur begaya Islam klasik, seperti istana di negeri dongeng. Berbalut cat putih yang dipadukan dengan warna kuning emas. Sehingga menampilkan kesan yang sangat mewah dan juga megah, serta lengkap dengan ornamen tradisional Kazakh.

Masjid Hazrat Sultan

Selanjutnya, interior di dalam masjid ini juga tak kalah indah. Jamaah atau pengunjung akan disuguhkan suasana mewan, perpaduan warna cream, gold, putih dan biru menghiasi bagian dalam Masjid Hazrat Sultan.

Dinding masjid ini juga diberi hiasan lafadz-lafadz Alquran, bagian atasnya terdapat ukiran-ukiran klasik, serta lampu hias besar memberikan kesan bila tempat ini benar-benar megah.

Menariknya lagi, di masjid ini para jamaah akan melihat Alquran yang terbuat dari perak yang dibuat di Moskow. Selain itu, di sini juga terdapat Alquran tertua di dunia yang berasal dari abad XIV Amir Timur (yang terakhir dari penakluk nomaden Eurasia Steppe) dan dibawa ke Kazakhstan pada abad XII.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini