5 Kelebihan Umar bin Khattab yang Membuat Takjub

Jum'at 26 Juni 2020 22:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 26 614 2237170 5-kelebihan-umar-bin-khattab-yang-membuat-takjub-VY0vJC21Iv.jpg Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

UMAR bin Khattab Radhiyallahu'anhu adalah sosok sahabat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam yang patut diteladani. Rasulullah menjuluki Umar sebagai Al Faruq yakni orang yang bisa memisahkan antara kebenaran dan kebatilan. Bahkan setan pun lari jika bertemu Umar bin Khattab.

Gambaran fisik Umar adalah laki-laki berkulit coklat. Kedua tangannya aktif sehingga dapat melakukan pekerjaan secara bersamaan.

Ia memiliki tubuh yang kuat dan tinggi besar. Tinggi badannya jauh di atas rata-rata. Jika berada di kerumunan, Umar tampak seolah sedang menunggangi sesuatu.

Ketika Umar diangkat menjadi khalifah menggantikan Abu Bakar Ash-Shiddiq, kekuasaan Islam tumbuh pesat. Selama 10 tahun memimpin (13H/634M–23H/644M), Umar berhasil membebaskan negeri jajahan Romawi dan Persia serta merebut Baitul Maqdis (Palestina) dari kekuasaan Romawi.

Di balik keberhasilannya menjabat sebagai khalifah sekaligus amirul mukminin, Umar memiliki karomah yang luar biasa. Ada 10 karomah (kelebihan dan kemuliaan) yang Allah Subhanahu wa ta'ala berikan kepada Umar bin Khattab.

Berikut karomah tersebut, sebagaimana dikutip dari Sindonews, Jumat (26/6/2020):

1. Berbicara dengan ahli kubur.

Ibnu Abi Dunya meriwayatkan (bab tentang kubur) bahwa ketika Umar bin Khattab Radhiyallahu anhu melewati pemakaman Baqi' di Madinah. Ia mengucapkan salam, "Semoga keselamatan dilimpahkan padamu, wahai para penghuni kubur. Aku kabarkan bahwa istri kalian sudah menikah lagi, rumah kalian sudah ditempati, kekayaan kalian sudah dibagi."

Kemudian ada suara tanpa rupa menyahut, "Hai Umar bin Khattab, aku kabarkan juga bahwa kami telah mendapatkan balasan atas kewajiban yang telah kami lakukan, keuntungan atas harta yang yang telah kami dermakan, dan penyesalan atas kebaikan yang kami tinggalkan."

Yahya bin Ayyub al Khaza'i menceritakan bahwa Umar bin Khattab mendatangi makam seorang pemuda lalu memanggilnya, "Hai Fulan! Dan orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya, akan mendapat dua surga (QS Al Ralunan (55): 46).

Dari dalam kubur pemuda itu, terdengar suara: "Hai Umar, Tuhanku telah memberikan dua surga itu kepadaku dua kali di dalam surga." (Riwayat Ibnu 'Asakir)

2. Dijuluki sebagai legenda.

Al Taj al Subki mengemukakan salah satu karamah Umar bin Khattab, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam yang berbunyi, "Di antara umat-umat sebelum kalian, ada orang-orang yang menjadi legenda. Jika orang seperti itu ada di antara umatku, dialah Umar."

3. Berbicara dengan Sariyah yang saat itu memimpin perang melawan Persia di Nihawan.

Diceritakan bahwa Umar bin Khattab mengangkat Sariyah bin Zanim al Khalji sebagai panglima perang kaum Muslimin ketika menyerang Persia. Di Gerbang Nihawan, Sariyah dan pasukannya terdesak karena jumlah pasukan musuh yang sangat banyak, sehingga pasukan Muslim hampir kalah.

Sementara di Madinah, Umar naik ke atas mimbar dan berkhotbah. Di tengah khotbahnya, Umar berseru dengan suara lantang, "Hai Sariyah, berlindunglah ke gunung. Barang siapa menyuruh serigala untuk menggembalakan kambing, maka ia telah berlaku zalim!"

Allah Subhanahu wa ta'ala membuat Sariyah dan seluruh pasukannya yang ada di Gerbang Nihawan dapat mendengar suara Umar di Madinah. Maka pasukan Muslimin berlindung ke gunung, dan berkata, "Itu suara Khalifah Umar." Akhirnya mereka selamat dan mendapatkan kemenangan.

Al Taj al Subki menjelaskan bahwa ayahnya (Taqiyuddin al Subki) menambahkan cerita di atas. Pada saat itu Ali menghadiri khotbah Umar lalu ia ditanya, "Apa maksud perkataan Khalifah Umar barusan dan di mana Sariyah sekarang?"

Ali menjawab, "Doakan saja Sariyah. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya."

Setelah kejadian yang dialami Sariyah dan pasukannya diketahui kaum Muslimin di Madinah, maksud perkataan Umar di tengah-tengah khotbahnya tersebut menjadi jelas.

Menurut Al Taj al Subki, Umar tidak bermaksud menunjukkan karomahnya. Tetapi Allah-lah yang menampakkan karomah tersebut, sehingga pasukan Muslimin di Nihawan dapat melihatnya dengan mata telanjang, seolah-olah Umar menampakkan diri secara nyata di hadapan mereka dan meninggalkan majelisnya di Madinah, sementara seluruh panca-indranya merasakan bahaya yang menimpa pasukan muslimin di Nihawan. Sariyah berbicara dengan Umar seakan-akan sedang bersamanya.

4. Menghentikan guncangan bumi ketika terjadi gempa.

Dalam Kitab Al Syamil, Imain al Haramain menceritakan karomah Umar bin Khattab saat terjadi gempa bumi pada masa pemerintahannya. Ketika itu Umar mengucapkan pujian dan sanjungan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, padahal bumi berguncang begitu menakutkan.

Kemudian Umar memukul bumi dengan kantong tempat susu sambil berkata, "Tenanglah wahai bumi, bukankah aku telah berlaku adil kepadamu."

Bumi kembali tenang saat itu juga. Menurut Imam al Haramain, pada hakikatnya Umar adalah amirul mukminin secara lahir dan batin juga sebagai khalifah Allah Subhanahu wa ta'ala bagi bumi-Nya dan bagi penduduk bumi-Nya. Sehingga Umar mampu memerintahkan dan menghentikan gerakan bumi, sebagaimana ia menegur kesalahan-kesalahan penduduk bumi.

5. Mengalirkan Sungai Nil saat dilanda kekeringan.

Imam Al Haramain mengemukakan ketika Sungai Nil tidak mengalir, penduduk Mesir melakukan ritual jahiliah dengan melemparkan seorang perawan ke dalam sungai tersebut setiap tahunnya. Penduduk Mesir melaporkan hal itu kepada 'Amr bin Ash yang saat itu menjabat gubernur Mesir.

Kemudian 'Amr bin Ash berkata kepada mereka, "Sesungguhnya hal ini tidak boleh dilakukan karena Islam telah menghapus tradisi tersebut." Kala itu penduduk Mesir mengalami penderitaan selama tiga bulan karena mengeringnya Sungai Nil.

'Amr menulis surat kepada Umar bin Khattab untuk menceritakan peristiwa itu. Kemudian Umar membalas surat tersebut dan menyatakan, "Engkau benar bahwa Islam telah menghapus tradisi tersebut. Aku mengirim secarik kertas untukmu, lemparkanlah kertas itu ke sungai Nil."

Kemudian 'Amr membuka kertas itu sebelum melemparnya ke Sungai Nil. Ternyata kertas itu berisi tulisan Khalifah Umar untuk Sungai Nil di Mesir yang menyatakan: "Jika kamu mengalir karena dirimu sendiri, maka jangan mengalir. Namun jika Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa yang mengalirkanmu, maka kami mohon kepada Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa untuk membuatmu mengalir."

Kemudian 'Amr melempar kertas itu ke Sungai Nil. Sementara itu penduduk Mesir telah bersiap-siap pindah meninggalkan Mesir. Pagi harinya, Allah Subhanahu wa ta'ala mengalirkan Sungai Nil enam belas hasta dalam semalam.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini