Kemenag Terima Lahan Pembangunan Replika The Sheikh Zayed Grand Mosque UEA

Kamis 02 Juli 2020 06:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 614 2239826 kemenag-terima-lahan-pembangunan-replika-the-sheikh-zayed-grand-mosque-uea-HSPaqK9yKH.JPG Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin (Foto: Kemenag.go.id)

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) menerima hibah berupa lahan negara dari Kantor Pertanahan Kota Surakarta. Penyerahan lahan itu diterima oleh Plt. Kakanwil Kemenag Jawa Tengah Ahyani selaku perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) dari Kepala Kantor Pertanahan Kota Surakarta.

Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin yang menyaksikan serah terima lahan tersebut secara virtual menyampaikan apresiasinya kepada Pertamina sebagai pemilik lahan sebelumnya yang sudah diserahkan kepada negara pada 25 Juni 2020 lalu dan diterima Kantor Pertanahan Kota Surakarta.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pertamina, dan akan kita laksanakan penggunaan lahan tersebut sebaik-baiknya. Selanjutnya, tidak akan lama replika masjid The Sheikh Zayed Grand Mosque Abu Dhabi di UEA akan terwujud di lokasi tersebut dan dapat dimanfaatkan baik-baiknya oleh umat Islam khususnya di Surakarta,” kata Kamaruddin, melansir laman Kemenag.go.id.

Lahan seluas 28.341 m2 yang berada di Jalan Ahmad Yani Surakarta tersebut sebagaimana disampaikan oleh Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Fuad Nasar diperuntukkan bagi lokasi pembangunan replika masjid The Sheikh Zayed Grand Mosque Abu Dhabi Uni Emirat Arab (UEA). Menurutnya, masjid tersebut merupakan hibah dari putra mahkota UEA kepada Presiden Republik Indonesia yang lokasinya di Kota Solo.

Sebelumnya, saat kunjungan kerja Menag Fachrul Razi ke UEA pada 14-17 Desember 2019 lalu, Ia memastikan Indonesia dan Uni Emirat Arab (UAE) akan membangun sebuah Masjid di Solo.

Menag menjelaskan bahwa pembangunan masjid di Solo ini merupakan salah satu bentuk komitmen kedua negara dalam rangka kerjasama perwujudan moderasi beragama antar kedua negara.

“Masjid yang akan dibangun di Solo nantinya harus dapat menjadi pusat pengarusutamaan moderasi beragama di Indonesia. Masjid ini harus dapat dikelola secara profesional yang terintegrasi dengan Islamic Center," kata Menag di Abu Dhabi, Selasa 17 Desember 2019 lalu.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini