Guru Besar Ilmu Tafsir Prof Ali Yakub Matondang Meninggal Dunia

Kamis 02 Juli 2020 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 614 2240104 guru-besar-ilmu-tafsir-prof-ali-yakub-matondang-meninggal-dunia-6pKjIgh9rr.JPG Prof Dr H. Ali Yakub Matondang (Foto: YouTube/Pusat Islam UMA)

KABAR duka datang dari dunia pendidikan Islam di Sumatera Utara. Mantan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara, Prof Dr H. Ali Yakub Matondang meninggal dunia pada Rabu malam sekira pukul 19.25 WIB di RS Bayangkara, Jalan Sei Wampu, Medan.

Jenazah mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara dan Rektor Universitas Medan Area (UMA) itu dibawa ke rumah kediamannya di Jalan Jermal 12 dan dimakamkan pada Kamis (2/7/2020). Prof Ali Yakub Matondang wafat di usia 72 tahun.

Melansir dari laman Suara Muhammadiyah, wafatnya pakar ilmu tafsir itu menjadi kehilangan yang sangat dalam bagi warga Muhammadiyah, khususnya di Sumatera Utara. Mereka masih ingat betul asyiknya mendengarkan ceramah dengan materi tafsir yang detail dari satu ayat ke ayat lain yang jadi bahasannya. Selain itu, suami dari Hj Nurhayati Lubis tersebut dikenal sebagai ulama dengan bahasa yang santun, ramah dan mendidik.

Baca juga: DMI: Alhamdulillah Tidak Ada Penularan Covid-19 di Masjid

Prof Ali Yakub Matondang merupakan putra Silaping, Pasaman, Sumatera Barat tamatan Universitas Al Azhar Kairo, Mesir. Sama seperti ulama-ulama besar lainnya di Indonesia. Pendidikan di Kairo ditempuhnya atas pembiayaan oleh negara (beasiswa). Setelah itu, dia menyelesaikan studi magister (1987) dan doktor (1991) di IAIN Jakarta.

Gelar akademik miliknya dilengkapi Kursus/Diklat di LEMHANAS KSA-VII di Jakarta (1998). Di organisasi keagamaan, Ali yang kerap disapa Buya pernah menduduki posisi Komisi Fatwa dan Penasehat Majelis Ulama Indonesia Sumut.

Sebagai akademisi suami dari Hj Nurhayati Lubis ini berhasil meraih gelar tertinggi, yakni profesor. Oleh pemerintah dia dianugerahi piagam penghargaan tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia.

Pemikiran dan gagasan yang sering dikemukakan buya Ali ke publik kebanyakan tentang peningkatan mutu pendidikan, etika politik, dakwah fungsional, rasionalitas pemahaman agama dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Mantan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut itu menempuh sekolah rakyat tahun 1959, PGAN 4 tahun 1965, MAAIN Medan 1968, sarjana muda (BA) IAIM 1970,sarjana (S1) universitas Al Azhar Kairo 1976,Magister (S2) IAIN Jakarta 1987,dan Doktor (S3) IAIN jakarta 1991.

Sederet penghargaan juga telah diraih ayah 4 orang anak ini, di antaranya Satyalancana Karya Satya 20 tahun (1996) dan 30 tahun (2001) dari Presiden RI. Magister terbaik dari Rektor UIN jakarta (1988) dan doktor terbaik dari UIN Jakarta (1992). Pendidik profesional mulai dasar sampai perguruan tinggi ini juga menjadi tenaga pengajar di Universitas Sains Islam Malaysia dan Visiting Professor di Universitas Kebangsaan Malaysia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini