Zulkaidah, Bulan Rasulullah Umrah

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 02 Juli 2020 17:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 614 2240193 zulkaidah-bulan-rasulullah-umrah-zPAyHAmbOg.jpg ilustrasi (stutterstock)

ZULKAIDAH termasuk satu dari empat bulan haram atau mulia dalam Islam. Dulu , saat sudah tinggal di Madinah, Nabi Muhammad SAW pernah pergi ke Makkah bersama pengikutnya untuk menunaikan umrah pada bulan ini.

Baca juga: Mall Buka, Mulan Jameela Sampai Zaskia Sungkar Sempatkan Bergaya dengan Busana Hijab

Soal bulan haram, dalam Alquran Surah At-Taubah ayat 36, Allah SWT berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

Inna 'iddatasy-syuhụri 'indallāhiṡnā 'asyara syahran fī kitābillāhi yauma khalaqas-samāwāti wal-arḍa min-hā arba'atun ḥurum, żālikad-dīnul-qayyimu fa lā taẓlimụ fīhinna anfusakum wa qātilul-musyrikīna kāffatang kamā yuqātilụnakum kāffah, wa'lamū annallāha ma'al-muttaqīn

Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa" (QS. At Taubah:36).

Sementara Ibnu Rajab dalam kitab “Lathaiful Ma’arif” mengatakan bahwa Rasulullah Saw melaksanakan umrah sebanyak empat kali dalam bulan-bulan haji termasuk bulan Zulkaidah.

Ketua Program Pendidikan Manhaj Istinbath Fatwa Lembaga Dakwah Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah (LDTQN) Pondok Pesantren Suryalaya Jakarta, Ustadz Rakhmad Zailani Kiki mengatakan, pada bulan tersebut Nabi Muhammad SAW pernah menunaikan ibadah umrah, ketika sedang berada di tengah-tengah perjanjian Hudaibiyyah.

"Pada bulan Zulkaidah Rasulullah pernah menunaikan ibadah umrah," kata Ustadz Kiki saat dihubungi Okezone, Kamis (2/7/2020).

Sebagaimana dijelaskan dalam salah satu hadist yang diriwayatkan Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda:

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اعْتَمَرَ أَرْبَعَ عُمَرٍ كُلُّهُنَّ فِي ذِي الْقَعْدَةِ إِلَّا الَّتِي مَعَ حَجَّتِهِ: عُمْرَةً مِنَ الْحُدَيْبِيَةِ، أَوْ زَمَنَ الْحُدَيْبِيَةِ فِي ذِي الْقَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مِنَ الْعَامِ الْمُقْبِلِ فِي ذِي الْقَعْدَةِ

Artinya: "Nabi Muhammad SAW melakukan umrah sebanyak empat kali, semuanya di bulan Zulkaidah, kecuali umrah yang dilakukan bersama hajinya. Empat umrah itu adalah umrah Hudaibiyah di bulan Zulkaidah, umrah tahun depan di bulan Zulkaidah," (HR. Bukhari 1780 & Muslim 1253).

Pada Zulkaidah tahun 6 Hijriah, Nabi Muhammad yang hendak ke Masjidil Haram Makkah untuk umrah dilarang masuk oleh kafir Quraisy. Rasulullah dan kaum muslimin berkemah di Hudaibiyah, wilayah luar tanah haram yang kini jadi salah satu tempat miqat atau start ihram jamaah umrah maupun haji.

Akhirnya Rasulullah dan kaum Quraisy membuat perjanjian damai untuk tidak saling serang selama 10 tahun yang kemudian dikenal dengan kesepakatan Hudaibiyah. Rasulullah mengajak pengikutnya berikrar setia kepadanya. Usai membuat perjanjian, umat Islam kembali ke Madinah dan tidak jadi umrah.

Tanggal 10 Zulkaidah 10 Hijriah, di hari Jumat Rasulullah berangkat ke Makkah untuk melaksanakan umrah dan haji yang terakhir kalinya yang disebut dengan haji wada’ (perpisahan).

Di Padang Arafah, Nabi Muhammad berkhutbah di depan umat Islam yang dikenal dengan khutbah wada’. Di antara khutbah tersebut adalah menyampaikan, bahwa Nabi menginggatkan kepada umat Islam dua pusaka yang tidak akan sesat bila mereka ikuti, yaitu Alquran dan As-Sunnah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini