Kejujuran dan Sabda Rasul tentang Detak Jantung

Yudistira, Jurnalis · Jum'at 03 Juli 2020 18:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 03 330 2240823 ketika-rela-dibunuh-demi-berbuat-jujur-XXU5OPPXKd.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

DALAM kehidupan manusia, kejujuran adalah hal terpenting yang mesti dimiliki. Dengan adanya kejujuran, hidup seorang Muslim bakal menjadi lebih berarti dan memberikan keberkahan.

"Setiap perkataan anak Adam itu memberatkan dirinya dan tidak menguntungkan bagi dirinya, kecuali perintah atas kebaikan, mencegah manusia berbuat kemungkaran, dan zikir mengingat Allah Subhanahu wa ta'ala," jelas Habib Muhammad Al Habsyi, dikutip dari akun Youtube Majelis Roudloh, Jumat (3/7/2020).

Baca juga: Hari Jumat, Jangan Lupa Kerjakan 6 Perkara Ini 

Ia menerangkan, bentuk dari mengingat Allah Subhanahu wa ta'ala sangatlah banyak. Menyebut kebesaran Allah Ta'ala, kebesaran Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, hingga membahas tentang ilmu adalah bagian mengingat Allah Ta'ala.

Habib Muhammad Al Habsyi menuturkan, zikir bukan hanya perkara wirid, namun bagi mereka yang sedang belajar dan mempelajari ilmu sama halnya dengan berzikir, karena ilmu adalah syariat. Orang berzikir tanpa tahu ilmunya akan tidak maksimal.

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, melalui riwayat Abdullah bin Mas'ud, sesungguhnya kejujuran mengarahkan dirinya pada kebaikan, dan kebaikan akan membawa kepada surga. Sesungguhnya berbohong menjadikan orang melakukan keburukan dan keburukan akan mengarahkan menuju neraka.

"Jangan sekali-kali mencari teman, menantu, dan pasangan yang berbohong," ujar Habib Muhammad Al Habsyi.

Baca juga: Aa Gym: Kelembutan Dapat Mengubah Segalanya 

Sikap jujur mendatangkan banyak keberkahan dan kebaikan dalam hidup. Bahkan dalam sebuah kisah dijelaskan, seorang gubernur di masa Umayyah bernama Hajjah bin Yusuf bertemu dengan seseorang yang menasihati ketika dirinya sedang berpidato di depan rakyatnya.

Orang tersebut kemudian diancam oleh gubernur dan menjawab, "Saya tidak gila, jadi silakan bunuh saya. Yang penting saya sudah jujur." Kalimat tersebut yang akhirnya menjadikan sang gubernur membebaskan orang itu.

Imam Al Qurtuby berpesan dalam Kitab Fathul Illah, ia mengatakan, "Hendaknya kita melazimi jujur ketika berbicara, ikhlas ketika berbuat, dan jernih dalam keadaan jiwa. Barang siapa yang seperti itu ia akan menyusul menuju orang-orang yang abror dan mendapatkan keridoan dari Al Ghoffar, Allah Subhanahu wa ta'ala."

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Diriwayatkan dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Tinggalkan yang membuatmu ragu dan ambillah yang tidak membuatmu ragu." Kemudian seorang sahabat bertanya, "Bagaimana saya mengetahui bahwa itu meragukan atau tidak, ya Rasul?" Rasul bersabda, "Kalau kau hendak melakukan sesuatu, letakkan tanganmu di dadaku. Sesungguhnya jantung akan berdetak tidak tenang ketika mendekati sesuatu yang haram dan akan merasakan ketenangan ketika mendekati sesuatu yang halal."

Dalam aktivitas sosial seperti berdagang, sikap jujur sangatlah penting. Dua orang yang melakukan transaksi jual-beli, kemudian memiliki khiyar, apabila keduanya jujur maka jual-beli tersebut diberkahi Allah Subhanahu wa ta'ala. Namun jika salah satunya berdusta dan menutupi aib barang dagangannya, maka akan hilang keberkahan dalam transaksi tersebut.

Baca juga: Bolehkah Haji Diwakilkan? 

Ilustrasi. (Foto: Istimewa/Pond5)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya