3 Mukjizat Nabi Ismail yang Buktinya Masih Ada Sampai Sekarang

Rivaldy Maulana Alamsyah, Jurnalis · Sabtu 11 Juli 2020 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 11 614 2244755 3-mukjizat-nabi-ismail-yang-buktinya-masih-ada-sampai-sekarang-oEJpFu33m4.jpg Ilustrasi (Pond5)

Ketika Nabi Ibrahim sudah pasrah kepada Allah dengan meletakkan pisau di leher Ismail bersiap menyembelihnya, tiba-tiba keduanya mendengar seruan Allah Subhaanahu wa Ta’ala, “Wahai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.” (QS. Ash Shaafffat: 104-106)

Tidak lama setelah ada seruan itu, Nabi Ibrahim melihat malaikat Jibril dengan membawa kambing yang besar. Maka Nabi Ibrahim mengambilnya dan menyembelihnya sebagai ganti dari Ismail. Peristiwa ini kemudian menjadi hukum dalam Islam yakni perintah berkurban.

3. Membangun Kakbah

Setelah Nabi Ismail, Nabi Ibrahim datang kepadanya lalu berkata, "Wahai Ismail, Allah memerintahkanku dengan suatu perintah.” Ismail berkata, “Lakukanlah apa yang diperintahkan Tuhanmu.” Ibrahim berkata lagi, “Apakah kamu akan membantu aku?” Ismail berkata, “Ya, aku akan membantumu.” Ibrahim berkata, “Allah memerintahkan aku agar membangun rumah di tempat ini.”

Nabi Ibrahim menunjuk ke suatu tempat yang agak tinggi dibanding sekelilingnya. Di dekat tempat itulah keduanya meninggikan pondasi Baitullah Kakbah, Ismail bekerja mengangkut batu-batu sedangkan Nabi Ibrahim yang menyusunnya (membangunnya) hingga ketika bangunan sudah tinggi, Nabi Ismail datang membawa batu itu lalu meletakkannya untuk Nabi Ibrahim agar bisa naik di atasnya sementara Nabi Ismail memberikan batu-batu.

Keduanya bekerja sambil mengucapkan kalimat doa, “Wahai Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami sesunggunya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 127). Keduanya terus saja membangun hingga mengelilingi Baitullah dan keduanya terus membaca doa tersebut.

Setelah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail selesai membangun Ka’bah, maka keduanya berdoa, “Ya Tuhan Kami terimalah dari kami (amalan kami), sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui–Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji Kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Baqarah: 127-128)

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini