Program Anak Pesantren Keren RCTI Raih Penghargaan Anugerah Syiar Ramadan 2020

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Sabtu 11 Juli 2020 18:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 11 614 2244903 program-seputar-inews-pagi-anak-pesantren-raih-penghargaan-anugerah-syiar-ramadan-2020-RjXJWhG0JG.jpg Istimewa

JAKARTA - Program Seputar iNews Pagi ‘Anak Pesantren Keren’ yang ditayangkan RCTI meraih penghargaan Anugerah Syiar Ramadan 2020 kategori program liputan khusus Ramadan.

Pengumuman pemenang penghargaan Anugerah Syiar Ramadan 2020 digelar secara virtual karena pandemi Covid-19. Acara berlangsung di Kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Jakarta, Sabtu (11/7/2020) siang.

Komisioner KPI Pusat Mimah Susanti mengatakan, meski pandemi virus corona, Anugerah Syiar Ramadan 2020 tetap diadakan untuk memberikan apresiasi kepada pelaku penyiaran yang memmbuat program acara khusus Ramadan berkualitas bagi masyarakat.

“Memang anugerah ini tidak bisa diselenggarakan seperti biasa dan berbeda karena diadakan dalam kondisi pendemi. Kami tetap menyadari penghargaan ini harus tetap dilakukan karena KPI harus memberikan apresiasi kepada lembaga penyiaran yang tetap menyajikan program Ramadhan yang baik dan berkualitas," kata Mimah.

Baca juga: 9 Program RCTI, iNews, MNC dan GTV Masuk Nominasi Anugerah Syiar Ramadan 2020

"Ini bagian dari pemicu lembaga penyiaran untuk membuat program yang baik dan berkualitas,” imbuhnya.

Anugerah Syiar Ramadan 2020 digelar KPI Pusat bersama Majelis Ulama Indonesia dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

MUI mengakui berdasarkan pantaunya bersama KPI bahwa selama Ramadhan 1441 Hijriah, banyak pelaku penyiaran sudah menghasilkan konten-konten berkualitas sesuai dengan nilai bulan suci. Capaian itu perlu dipertahankan hingga di luar Ramadhan.

Hal itu dikatakan Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi KH Masduki Baidlowi saat memberi sambutannya di acara Anugerah Syiar Ramadhan 2020.

Menurutnya, industri penyiaran berkewajiban menyajikan konten bermutu kepada publik, jangan hanya saat Ramadhan saja.

Konten berkualitas itu, kata Masduki, tidak boleh berhenti saat Ramadhan saja. Pada bulan-bulan lain juga harus terus dimunculkan.

Produksi konten berkualitas ini juga bentuk tanggung jawab industri pertelevisian sebagai pemakai frekuensi radio yang terbatas.

“Kami berharap kepada industri pertelevisian, langkah seperti ini tidak hanya berhenti di bulan Ramadhan, ketika produksi televisi sangat bagus, kami juga berharap di luar Ramadhan, bisa melaksanakan konten kreatif yang bagus, sehingga publik kita yang sebenarnya mempunyai hak terbesar frekuensi radio, bisa mendapatkan informasi maupun hiburan bermutu,” katanya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini