Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Batal Haji, Dokter Ini Sumbangkan Uangnya untuk Penanganan Covid-19

Saskia Rahma Nindita Putri , Jurnalis-Senin, 13 Juli 2020 |17:55 WIB
Batal Haji, Dokter Ini Sumbangkan Uangnya untuk Penanganan Covid-19
Dokter asal Tajikistan, Shirin Nazirmadova (Foto: RFE/RL)
A
A
A

Dengan kondisi kurs saat ini, perjalanan haji akan memakan biaya sekitar 38.000 somonis, di mana sebelumnya, delapan tahun lalu hanya sekitar 19.000 somonis. Hal ini, menurut Nazirmadova, merasa tak mungkin baginya untuk melunasi biaya haji tahun depan, terlebih dengan gaji yang rendah dan tingkat inflasi yang tinggi di Tajikistan.

Tajikistan memiliki batasan tersendiri atas pemilihan jamaah yang diperbolehkan melakukan ibadah haji. Calon jamaah harus berusia di atas 40 tahun dan harus melalui pemeriksaan oleh otoritas setempat, biasanya dilakukan pemeriksaan latar belakang dari pelamar tersebut.

“Kita taka da yang tahu apakah virus ini akan hilang pada haji berikutnya, atau jika saya cukup sehat untuk melakukan perjalanan,” kata Salohiddin Mirzoey, seorang pengemudi berusia 56 tahun dari desa Khirmanak, berjarak sekitar 15 kilometer dari ibukota, Dushanbe.

Mirzoey juga masuk ke dalam daftar jamaah haji yang akan diberangkatkan tahun ini, setelah mendaftarkan diri untuk menunggu giliran kuota sejak tahun 2015. Dengan gaji sebagai seorang pengemudi, Mirzoey bahkan nyaris tak bisa memenuhi kebutuhannya.

“Tetap dua putra saya yang bekerja di Rusia mengumpulkan uang mereka dan berencana untuk membayarkan perjalanan haji saya. Setiap muslim bermimpi untuk mewujudkan ibadah ini. Saya harap saya akan dapat menunaikannya tahun depan,” ungkap Mirzoey.

(Rizka Diputra)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement