Ini Pentingnya Sampaikan Ajaran Islam walau Hanya 1 Ayat

Riyadi Akmal, Jurnalis · Jum'at 17 Juli 2020 18:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 17 330 2248109 ini-pentingnya-sampaikan-ajaran-islam-walau-hanya-1-ayat-Z09RK4ScZ7.jpg Ilustrasi Muslimin. (Foto: Unsplash)

SEMUA Muslim hendaklah selalu menyampaikan agungnya ajaran agama Islam kepada orang lain. Sampaikanlah ilmu yang diketahui, walaupun hanya sedikit. Sebab, tidak ada yang tahu mungkin dari sedikit ilmu yang dibagikan dapat memberi manfaat bagi orang lain.

Menyampaikan ilmu tidak selalu harus dari orang-orang lulusan pesantren atau lulusan kampus Timur Tengah.

Baca juga: Ajaib, Alya Sembuh dari Penyakit Lupus karena Sedekah 

Dalam sebuah hadis dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu ta'ala anhu, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

بلغوا عني ولو آية

Artinya: "Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat." (HR Bukhari)

"Satu ayat artinya tugasmu hanya menyampaikan kata Nabi Shallallahu alaihi wa sallam seperti ini, jangan dilebih-lebihkan dan jangan pula dikurangi. Sudah seperti itu," ungkap Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah, dikutip dari akun resmi Instagram-nya @syafiqrizabasalamah_official, Jumat (17/7/2020).

Ia menjelaskan, tugas Muslimin sekarang tatkala sudah mendapat ilmu, maka sampaikanlah. Hal itulah yang diterapkan para sahabat terdahulu.

Mereka melakukan dakwah dengan berat. Ketika itu para sahabat menyampaikan kebenaran dengan membutuhkan perjuangan keras.

"Sebagian orang yang pulang ada seorang dari Faiq, ketika dia pulang ke kaumnya di Faiq, dia mengajak kaumnya untuk masuk Islam. Lalu dia dilempari dengan panah sampai mati. Tapi memang itulah perjuangan seorang Muslim, sampaikanlah," papar Ustadz Syafiq.

Ia melanjutkan, ada yang berkata tidak enak untuk menyampaikannya karena berbagai alasan. Lalu kapan akan menyampaikannya dan sampai kapan? Ada yang menyatakan tidak bisa berdakwah di tempat berdagang karena untuk menghormati relasi dan sebagainya.

Baca juga: Baim Wong Tolak Pinjamkan Uang ke Saudara, Bagaimana Adab Berutang dalam Islam? 

Ustadz Syafiq kemudian mengisahkan tentang masuknya Islam ke Indonesia. Tidak lewat kapal-kapal yang berisi prajurit untuk menaklukkan Indonesia, tapi melalui perdagangan. Mereka berniaga datang membawa barang, beli barang, tapi mereka tahu tugas menyampaikan agama Allah Subhanahu wa ta'ala. Akhirnya masuklah Islam dan memiliki banyak pengikut.

"Mereka masuk Islam karena ada sebuah syubhat, yang menyebarkan Islam itu dibesarkan oleh pedang, di mana? Pedang yang mana? Yang membuat orang Indonesia masuk Islam itu karena pedagang, pedagang bawa fulus (uang), bawa barang karena di dalam jiwa mereka berkobar sebuah api yang besar dan menyatakan bahwasannya, "Aku harus menyampaikan agama Allah Subhanahu wa ta'ala ini. Aku harus mengajak orang-orang tersebut untuk masuk Islam," papar Ustadz Syafiq.

Ilustrasi Muslimin. (Foto: Shutterstock)

Dirinya menyatakan perasaan inilah yang kadang kala tidak ada dalam diri Muslimin. Rasa yang ada hanyalah manfaat untuk sendiri, yang penting saling menghormati, saling pengertian.

"Mulai hari ini mari kita sampaikan walau sekecil apa pun ilmu yang kita dapat, mungkin tidak seberapa untuk kita, namun kita tidak tahu jika kita sampaikan ilmu itu mungkin ilmu itu merupakan sebuah hidayah untuk orang lain. Subhanallah," pungkasnya.

Baca juga: Ini Amalan Syekh Ali Jaber agar Rezeki Mengalir Deras 

Ilustrasi keluarga Muslim. (Foto: Freepik)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini