Share

3 Sifat yang Bisa Diteladani dari Sosok Fatimah Azzahra

Sarah Nurjannah, Jurnalis · Senin 20 Juli 2020 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 20 330 2249152 3-sifat-yang-bisa-diteladani-dari-sosok-fatimah-azzahra-25iPnd92xl.JPG Tulisan kaligrafi Fatimah Azzahra (Foto: Ist)

JIKA ditanya siapa sosok muslimah dengan level ketabahan yang tinggi, tangguh memperjuangkan syariat Islam, dan paling taat terhadap suami dan keluarganya tentu ialah Sayyidina Fatimah Azzahra radhiyallahu anha.

Meski dahulu hidupnya serba kesusahan tidak dalam kondisi bergelimang harta, dirinya mampu mensyukuri setiap nikmat yang Allah Subhanahu wa Ta'ala berikan kepadanya.

Ketua Pelaksana Harian Yayasan Pendidikan Al-Alim, Ustadz Mohammad Teguh Budiman menjelaskan, semasa hidupnya, Fatimah Azzahra mampu memberikan yang terbaik kepada agamanya. Beberapa sifatnya tersebut dirangkum dalam poin-poin inspiratif yang patut diteladani bagi akhlak seorang muslimah di antaranya sebagai berikut:

1. Kuat beribadah dan memikul amanah rumah tangga

Sejak belia, Fatimah kecil kerap mengambilalih tugas mengurus rumah tangga, seperti memasak, mencuci dan menguruskan keperluan ayahandanya, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.

“Di balik kesibukan itu, beliau juga seorang yang paling kuat beribadah, keletihan yang ditanggung akibat seharian bekerja menggantikan tugas ibunya yang telah pergi itu tidak pula menghalangi Sayyidina Fatimah bermunajah dan beribadah kepada Allah. Malam-malamnya diisi dengan tahajud, zikir dan siangnya dengan sholat, puasa, suara halusnya digunakan untuk melantunkan ayat Alquran," ujarnya saat berbincang dengan Okezone, Senin (20/7/2020).

Baca juga: Makam di Bekasi Dibongkar dan Jenazahnya Hilang, Apa Hukumnya dalam Islam?

2. Sabar dalam hidup serba kekurangan

Kang Teguh, demikian dai ini karib disapa menuturkan, tidak sedikit wanita pada masa sekarang yang mengeluh dengan kondisi rumah tangganya karena kekurangan, namun tidak bagi Sayyidatina Fatimah.

Karena kekurangan tersebut, dijadikan peluang sebagai selalu mengingat kepada Allah Ta'ala dan tidak lupa kepada-Nya. Ketika usianya mencapai 18 tahun, dirinya menikah dengan pemuda yang sangat miskin hidupnya.

Selama suaminya, Sayyidina Ali harus terjun dalam peperangan karena perintah Rasulullah, ia lah yang mengurusi segala kepeluan anaknya seorang diri dari mencari makanan dan kebutuhan sehari-hari.

“Kadangkala dia lapar sepanjang hari. Sering dia berpuasa dan tubuhnya sangat kurus hingga menampakkan tulang di dadanya. Beban yang ditanggungnya amat berat, berbeda mungkin dengan zaman sekarang wanita yang meminta dimuliakan tetapi mengeluh dan marah terhadap pekerjaan rumahnya,” papar Ustadz Teguh.

3. Langsung memohon maaf ketika menyinggung suami

Suatu hari, Fatimah telah menyebabkan Sayyidina Ali tersentuh dengan perkataannya. Menyadari kesalahannya, Fatimah segera meminta maaf berulang kali. Ketika dilihatnya raut suaminya belum juga berubah, lalu dengan berlari-lari bersama anaknya mengelilingi Sayyidina Ali.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Tujuh puluh kali ia “tawaf” sambil merayu-rayu memohon dimaafkan. Melihat aksi Sayyidina Fatimah itu, tersenyumlah Sayyidina Ali lantas memaafkan istrinya itu.

Bahkan, di kala berhadapan dengan seorang suami, sebagai muslimah yang baik sepatutnya berlaku yang sopan dan santun tidak membantah perkataan yang benar dari suaminya.

Ketika memiliki kesalahan tanpa menunda-nundanya. Sehingga dari kesalahan tersebut dapat belajar lebih baik lagi ke depan. Karena ridha Allah tergantung pula pada ridha suami.

“Dari ujian-ujian itulah yang sangat mendidik mereka agar bertakwa kepada Allah. Justru wanita yang sukses di dunia dan akhirat adalah wanita yang hatinya dekat dengan Allah, merasa terhibur dalam melakukan ketaatan terhadapNya, dan bersungguh menjauhi larangan-Nya, sekalipun itu harus membuat mereka menderita," tutup Ustadz Teguh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini