Makam di Bekasi Dibongkar dan Jenazahnya Hilang, Apa Hukumnya dalam Islam?

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 20 Juli 2020 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 20 614 2249149 makam-di-bekasi-dibongkar-dan-jenazahnya-hilang-apa-hukumnya-dalam-islam-rmRo8bOu15.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SALAH satu makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Karang Bahagia, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ditemukan dalam kondisi terbongkar.

“Jenazah atas nama AP meninggal bulan Maret 2020, diambil memang itu di tempat pemakaman umum di Cikarang Utara, kemudian pada saat ditemukan oleh masyarakat yang hendak memancing ikan, itu pukul 15.00 WIB,” ujar Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan beberapa waktu lalu.

Terkait kasus ini, Sekretaris Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah, Ustadz Faozan Amar mengatakan, mencuri jenazah di dalam kuburan hukumnya haram. Apalagi hal tersebut dengan maksud untuk berbuat yang menyimpang dari agama.

“Apalagi jika mencuri jenazah dengan tujuan untuk pesugihan. Itu termasuk kategori syirik sehingga masuk dosa besar,” katanya saat dihubungi Okezone, Senin (20/7/2020).

Baca juga: Hukum Menikah Muda Menurut Pandangan Islam

Lebih lanjut, pencurian terhadap jenazah adalah perbuatan dosa dan tercela yang dilarang agama. Sebab kehormatannya (jenazah) sama dengan manusia yang masih hidup.

Dalam salah satu riwayat hadits disebutkan, dari ‘Aisyah radhiyallahu anha bahwasanya Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda:

“Mematahkan tulang mayat (seorang Muslim) sama seperti mematahkannya saat ia masih hidup,” (Shahih, HR. Abu Dawud).

Namun berbeda jika pembongkaran dan pengangkatan jenazah yang sudah dikuburkan untuk keperluan lain, seperti autopsi. Hal ini dibolehkan, karena pihak keluarga pun mengetahuinya dan disertai dengan keamanan.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Selain itu, kewajiban manusia terhadap jenazah adalah fardhu kifayah yaitu mulai memandikan, mengkafani, mensholatkan dan menguburkan. Jika tidak ada yang melakukan, maka semua umat Islam berdosa.

Oleh karena itu, sudah sepantasnya jenazah dapat diperlakukan dengan baik, mendoakannya seperti layaknya manusia yang masih hidup.

“Terhadap jenazah yang telah dimakamkan, bagi anak diwajibkan untuk mendoakan kedua orangtuanya dan disunahkan untuk berziarah sebagai pengingat akan kematian,” pungkas Ustadz Faozan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya