Tak Disangka, Lelaki Ini Dapat Berangkat Haji di Tengah Pandemi Covid-19

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 23 Juli 2020 11:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 23 614 2250810 tak-disangka-lelaki-ini-dapat-berangkat-haji-di-tengah-pandemi-covid-19-sAtwWMoLMY.jpg Masjidil Haram di Makkah (Shutterstock)

PERGI ke Tanah Suci adalah panggilan dari Allah Subhanahu wa ta'ala kepada hamba-Nya. Hal yang tidak mungkin pun bisa terjadi kalau Allah sudah berkehendak. Hal ini seperti dialami Nasser Younes Solebarmo.

Warga Nigeria, Afrika Barat yang tinggal di Riyadh, Arab Saudi ini terpilih untuk mendapatkan tiket emas jamaah haji di tengah-tengah wabah Covid-19.

"Perasaan ini tidak bisa digambarkan," kata Nasser seperti dikutip dari About Islam, Kamis (23/7/2020).

Padahal umat Islam yang lainnya harus mengantre bertahun-tahun pergi ke Makkah untuk melaksanakan ibadah haji. Apalagi pihak Arab Saudi pada tahun ini membatasi haji, menjadi 1.000 orang akibat Covid-19, dan Nasser mendapatkan kesempatan itu.

Baca juga: Masjidil Haram Ditutup untuk Umum saat Hari Arafah dan Idul Adha

Selain Nasser, seorang insinyur asal Yordania bersama istrinya pekerja kesehatan yang tinggal di Riyadh pun mendapatkan kesempatan yang sama, yakni melaksanakan haji di tengah Covid-19 ini.

"Dengan begitu banyak pendaftar, kami hampir tidak memiliki peluang 1 persen untuk dipilih," seorang insinyur Yordania yang berbasis di Riyadh, 29, dipilih untuk naik haji bersama dengan istrinya yang berusia 26 tahun, seorang pekerja kesehatan, yang menolak disebutkan namanya. kata

"Kami terkejut dan gembira," katanya.

Mereka pun tiada hentinya mengucap syukur dan bergembira karena telah diberi kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji di tengah Covid-19.

Prosesi Haji 2020 akan dimulai pada Selasa, 28 Juli 2020 dan akan berlanjut hingga Minggu, 2 Agustus 2020. Sementara Puncak Haji pada Kamis, 30 Juli.

Namun sebagian orang ada yang merasa kecewa dan bersedih, karena tidak terpilih untuk melaksanakan haji di 2020 ini.

Kementerian setempat pun mengatakan, para calon jamaah dipilih dari praktisi kesehatan dan personel militer yang telah pulih dari Covid-19. Selain itu, Kementerian Haji telah dibombardir pertanyaan yang di Twitter.

"Kenapa menolakku tanpa memberikan alasan?" kata seorang wanita bertanya kepada kementerian, memposting tangkapan layar aplikasi online yang ditolaknya.

"Semua orang di sekitarku telah ditolak."

Kemudian warga lainnya mengatakan, bahwa ia selamat dari Covid-19 namun mengapa dirinya tidak terpilih. "Saya adalah seorang praktisi kesehatan dan saya telah tertular virus corona. Saya tidak mengerti mengapa saya tidak dipilih."

Namun beberapa orang pun ada yang menerima keputusan Arab Saudi yang menyaring calon jamaah yang akan menjalankan ibadah haji meski dalam keadaan terbatas.

"Satu-satunya penghiburan," kata Farah Abu Shanab, seorang warga Palestina yang berbasis di Riyadh yang permohonan hajinya ditolak.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini