Kisah Nabi Muhammad, Jadi Yatim Sejak dalam Kandungan

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 24 Juli 2020 01:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 24 614 2251245 kisah-nabi-muhammad-jadi-yatim-sejak-dalam-kandungan-9jNT1sObZH.jpg Kaligrafi nama Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. (Foto: Shutterstock)

MEMPERINGATI Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli, menjadi pengingat bahwa anak-anak merupakan penerus bangsa. Tidak semua anak-anak beruntung. Sejak kecil ada sebagian yang sudah menjadi anak yatim piatu.

Bicara soal yatim piatu, Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam pun mengalaminya. Sejak dalam kandungan, Nabi sudah ditinggal meninggal dunia oleh ayahnya Abdullah bin Abdul Muthalib.

Baca juga: Mencontoh Nabi Idris: Salih, Cinta Ilmu, Tekun Belajar, Sangat Sabar 

"Ketika ia masih berada dalam kandungan, maka ia pun sadar bahwa dirinya adalah anak yatim,” ujar Ketua Program Pendidikan Manhaj Istinbath Fatwa Lembaga Dakwah Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah (LDTQN) Ponpes Suryalaya Jakarta Ustadz Rakhmad Zailani Kiki kepada Okezone, Kamis 23 Juli 2020.

Kemudian Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam disusui oleh ibunya, Aminah, selama tiga hari. Lalu disusui oleh Suwaibah selama beberapa hari. Selanjutnya disusui Halimah Sa’diyah binti Abi Dzuaib selama empat tahun.

"Perjalanan ke Yatsrib ditemani Ummu Aiman, seorang pembantu wanita yang disiapkan Abdullah sebelum beliau wafat," katanya.

Lalu Nabi berumur enam tahun, ia diajak ibunya pergi ke Kota Yasrib untuk berziarah ke makam ayahnya dan mengunjungi keluarganya yang tinggal di sana. Di salam perjalanan tersebut, ikut juga Ummu Aiman.

Di Kota Yasrid, ibu Nabi memperlihatkan sebuah rumah, di mana tempat ayahnya dirawat ketika sakit sampai meninggal dunia serta memperlihatkan tempat ayahnya dimakamkan. (Sumber: Husein Haikal, 1998: 54)

"Suasana itu dirasakan begitu berat dan mengharukan, apalagi bagi Muhammad kecil yng telah menjadi yatim," terang Ustadz Rakhmad.

Baca juga: Meneladani Sifat Pemaaf Nabi Yusuf, Berakhir Persatuan Keluarga 

Setelah itu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersama ibunya tinggal di Kota Madinah selama satu bulan. Kemudian kembali ke Kota Makkah. Namun dalam perjalanan pulang, Aminah sakit parah hingga wafat dan dimakamkan di Desa Abwa.

Di usia menginjak enam tahun, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam sudah menjadi yatim piatu. Hal ini membuatnya sangat sedih, merasa kehilangan karena ditinggal kedua orangtuanya.

Oleh karena itu Nabi sangat menghormati anak yatim piatu, sebab dirinya sejak kecil juga merasakan hal yang sama. Ketika anak-anak lain sangat bahagia dalam bimbingan orangtuanya sampai besar, Nabi harus memikul kehidupannya sendiri.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Bukankah engkau dalam keadaan yatim-piatu? Lalu Diadakan-Nya orang yang akan melindungimu? Dan menemukan kau kehilangan pedoman, lalu ditunjukkan-Nya jalan itu?" (QS Ad-Dhuha: 6-7)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Setelah selesai pemakaman Aminah, Ummu Aiman membawa Nabi Muhammad kecil pulang ke Makkah dan menyerahkannya kepada kakeknya, Abdul Muthalib. Namun sayangnya Nabi hanya mendapatkan asuhan kakeknya hanya dua tahun saja. Abdul Muthalib meninggal dunia di usianya yang ke-80 tahun.

Kemudian akhirnya Nabi Muhammad diserahkan kepada pamannya Abu Thalib, padahal saat itu pamannya tersebut hanya hidup pas-pasan. Namun setelah Rasulullah di bawah asuhannya, Allah Subhanahu wa ta'ala memberikannya rezeki yang serba-berkecukupan.

Baca juga: Selalu Kalah dari Rasulullah, Pegulat Tangguh Rukanah pun Masuk Islam 

Ilustrasi tanah Arab. (Foto: Shutterstock)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya