WAKIL Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, puasa pada tangga 8 dan 9 Dzulhijjah memiliki keutamaan yang sangat istimewa bagi umat Islam yang melaksanakannya.
“Menjalankan puasa pada tanggal 8 Dzulhijah (tarwiyah) dan 9 Dzulhijah (arafah). Tujuanya adalah mencari ridha Allah Subhanahu wa ta’ala, dan mendapat keutamaan yang dijanjikan. Banyak fadhilah yang sangat besar di antaranya diampuni dosa-dosa dan doa yang dikabulkan Allah,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (28/7/2020).
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ.“
Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Zulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya,” (HR. Abu Daud :2437)