Nyate Daging Kurban saat Idul Adha Jadi Tradisi Menjalin Kebersamaan

Muhammad Hafizh Arya Pradana, Jurnalis · Sabtu 01 Agustus 2020 01:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 31 614 2255174 nyate-daging-kurban-saat-idul-adha-jadi-tradisi-menjalin-kebersamaan-7voc2dMh8z.jpg Ilustrasi nyate. (Foto: Dok Okezone)

SATE merupakan salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia. Sate menggunakan bahan dasar daging, kemudian dibakar dan diberi bumbu sebagai pelengkapnya.

Di Tanah Air cukup banyak ragam sate. Di Jawa Barat terkenal sate maranggi yang menggunakan daging sapi kemudian dipadukan dengan bumbu oncom dan ketan bakar. Ada lagi yang terkenal dan banyak di jual di kota-kota besar yaitu sate madura.

Baca juga: Idul Adha, Mahfud MD Ziarah ke Makam sang Guru di Pesantren 

Dalam tradisi kaum Muslimin di Indonesia, Idul Adha menjadi hari yang istimewa. Sebab pada hari itu daging kurban melimpah dan dibagikan kepada banyak orang. Banyaknya daging inilah yang dimanfaatkan dengan membakar sate.

Tradisi tersebut dilaporkan sudah belangsung sejak abad ke-19. Kala itu sate diperkenalkan dari pendatang Arab atau Muslim Tamil dan Gujarat dari India. Kemudian dikembangkan di Tanah Jawa dan disebarluaskan ke seluruh Nusantara.

Tradisi nyate dalam momen perayaan Idul Adha dijadikan ajang silaturahmi dengan teman-teman, saudara, hingga keluarga. Ini untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Salah satu penjual sate madura di Bekasi mengatakan bahwa tradisi nyate sudah menjadi hal yang biasa, bahkan menjadi hari-hari yang ditunggu masyarakat di Pulau Madura, Jawa Timur.

Di sana biasanya ada pos atau gardu yang dihuni anak-anak muda untuk menjaga keamanan. Nah, biasanya warga memberikan daging hasil kurban kepada para pemuda itu untuk dijadikan sate.

Baca juga: Hari Tasyrik, Momen Makan-Minum dan Banyak Mengingat Allah Ta'ala 

"Kalau tradisi nyate bareng memang sudah ditradisikan sebagai rasa kebersamaan antarwarga," ungkap Aji, penjual sate madura, kepada Okezone.

"Kalau di kampung enaknya nyate bareng-bareng, makan bareng-bareng, kumpul sama teman-teman juga. Asyik sih pokoknya," tambahnya.

Hewan kurban kambing. (Foto: Avirista Midaada/Okezone)

Ia mengatakan, makna nyate saat Idul Adha untuk menjalin kebersamaan. Ada yang berkumpul di halaman rumah atau di sebuah lahan untuk membakar sate.

Namun yang pasti, mereka bahu-membahu membuat sate paling lezat. Ada yang meracik bumbu, ada juga yang mengiris daging dan menusuknya menjadi sate. Ini yang menimbulkan kekompakan antarwarga.

Baca juga: Hagia Sophia Gelar Sholat Idul Adha, Jamaah Membeludak hingga Pelataran 

Ilustrasi sate. (Foto: Istimewa)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini