Sumur Zamzam, Keajaiban Abadi Sepanjang Masa

Ade Naura, Jurnalis · Minggu 02 Agustus 2020 13:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 02 614 2255678 sumur-zamzam-keajaiban-abadi-sepanjang-masa-9wrtiuh0LZ.jpg Sumur Zamzam di Museum Imarat Al Haramain Asy Syarifain, Makkah (Okezone.com/Rani Hardjanti)

JEDDAH - Sumur zamzam adalah rahmat Allah dan keajaiban abadi. Muncul 5.000 tahun lalu, sumur ini memberi berkah buat penduduk dunia. Meski setiap hari diambil airnya bahkan dibawa pulang oleh jamaah dari berbagai negara, zamzam tak pernah berhenti mengalir.

Sumur zamzam berasal dari gesekan kaki Nabi Ismail setelah ibunya, Hajar berlari tujuh kali di antara bukit Shafa dan Marwah mencari air untuk bayinya yang kala itu kehausan di tengah lembah tandus Hijaz yang tak berpenghuni. Zamzam artinya tidak berhenti mengalir.

Melansir sari Arab News, Minggu (2/8/2020), sumur zamzam selalu bersih, tak ada lumut, serangga, jamur, atau kotoran lainnya. Air zamzam memiliki tingkat mineral alami lebih tinggi dari air biasa yang telah didesalinasi dengan normal. Karena itu, rasa air ini berbeda, terasa lebih berat.

Baca juga:  Sehari, Petugas Habiskan 54.000 Liter Disinfektan untuk Bersihkan Masjidil Haram

Para jamaah haji dan umrah biasanya sangat antusias untuk meminum air zamzam dan memasukkannya dalam botol, membawanya pulang ke negara asal mereka. Air zamzam dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit seperti dikatakan Nabi Muhammad SAW.

Perkembangan dan perawatan air zam-zam menjadi hal yang sangat penting, karena air sumur ini sudah dilindungi dengan berbagai cara selama berabad-abad.

Meski diminum jamaah haji, umrah dan pengunjung di Makkah sejak zaman dahulu, zamzam tidak pernah berhenti mengalir. Air zamzam akan selalu ada untuk memberkati para muslim.

Sumur zamzam sempat terkubur ratusan tahun sebelum digali kembali oleh Abdul Muthalib bin Hasyim, kakek Nabi Muhammad. Sumur itu terus dilindungi dan dijaga oleh Nabi Muhammad, kemudian khalifah, hingga pendiri Arab Saudi Raja Abdul Aziz.

Di masa lampau, sumur zamzam dijaga dan dilindungi dengan cara tradisional. Namun di akhir masa pemerintahan Raja Abdullah, sebuah lompatan rencana diambil yaitu, dengan pengembagan sumur yang dipertahankan dengan baik. Ia mengubah metode pengisian dan distribusi air di dua masjid suci; Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Dia juga yang mendirikan The King Abdullah bin Abdul Aziz Zam Zam Water Project (KZWP) pada 2013.

Dengan meningkatnya pengunjung dan jamaah haji setiap tahunnya, maka permintaan akan air zamzam juga bertambah. Inilah mengapa dibutuhkannya pengembangan lebih untuk sumur zam zam. Biaya untuk konstruksi proyek berkisar lebih dari SR7000 juta atau setara USD187.000.000.

Proyek ini melakukan banyak metode yang tidak profesional berkaitan dengan memompa, menyaring, mendistribusikan, mengisi air, dan menggantikan ini dengan teknologi yang paling baru dan aman.

 

Dahulu, air diisi secara manual dalam wadah berukuran berbeda, tanpa mengikuti proses pembotolan yang berwenang, mengakibatkan polusi air yang tidak diinginkan. Dengan proyek baru ini, ada dua ukuran utama dari kontainer berukuran 5 dan 10 liter. Di mana air zam zam dirawat,dikemas dalam botol, disimpan, dan didistribusikan secara efisien.

Sebelum perjalanan haji atau umrah berakhir, pengunjung akan mendapatkan sebotol atau dua air zamzam sebelum berangkat,dimana pada tahun sebelumnya mengakibatkan kekacauan dan antrian yang tidak teratur. Sekarang, proyek mendistribusikan wadah air kepada peziarah di dalam bus atau di bandara dalam rangka untuk menghemat waktu dan mencegah kerumunan ramai.

Di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, air ini disediakan dalam pendingin yang dibersihkan setiap hari dan proses pengisiannya. Pembelian online air zamzam merupakan bagian dari proyek National Water Company, yang dimulai setelah pemberhentian jualan sebagai tindakan pencegahan selama terjadinya wabah pandemi virus Corona,

Air Zamzam sekarang didistribusikan melalui platform bisnis elektronik Saudi HNAK, yang menawarkan layanan pengiriman rumah juga.

Ekstraksi, memompa dan pengawasan penyimpanan dan pemompaan dicapai melalui teknologi serat optik dari kontrol pengawasan dan akuisisi data jaringan.

Dengan semua teknologi ini, kualitas mineral alami air Zam zam dipertahankan dan dipertahankan menurut penelitian teliti yang dilakukan untuk menentukan metode pemompaan dan penyaringan yang paling sesuai.

Untuk mencegah k air Zamzam terpengaruh oleh kontaminasi alam eksternal, Zam zam Studies and Research Center telah menerapkan kontrol kualitas yang ketat.

"Agar dapat mengelola Sumur zamzam secara berkelanjutan, kita perlu memiliki pemahaman penuh tentang pengaturan lingkungan dan hidrogeologi dari sumur suci ini dan sumber air mencapainya, termasuk konduktor air di daerah tersebut," Samer Showman, Presiden Pusat Penelitian Saudi.

"Kita perlu melihat bagaimana air sedang disimpan dan pergerakannya yang cepat. Serta jenis mineral dan ekstraknya melalui perjalanan antara batu-batu untuk memahami seperti apa ciri air zamzam.”

"Kami telah menghubungkan model matematis dengan jaringan curah hujan data dan Stasiun curah hujan di bagian yang berbeda dari akuifer untuk menentukan volume yang tepat dan kuantitas air yang dapat diekstrak sepanjang tahun di Wadi Ibrahim," tambahnya.

Showman mengatakan bahwa laboratorium khusus untuk air Zamzam di Makkah melacak dan menguji sampel yang berbeda dari air, yang dianalisis setiap minggu untuk menjaga kualitas air.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini