200 Ribu Umat Islam di Jepang Kesulitan Menguburkan Jenazah

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 04 Agustus 2020 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 614 2256584 200-ribu-umat-islam-di-jepang-kesulitan-menguburkan-jenazah-TMSrxD0D3O.JPG Salah satu kompleks pemakaman di Jepang (Foto: Shutterstock)

PENDUDUK muslim di Jepang saat ini berjumlah 200 ribu jiwa. Hal ini dikarenakan banyaknya pekerja atau tenaga asing yang masuk ke negara tersebut. Namun sayangnya, makam yang dikhususkan bagi umat Islam belum dapat diterima secara luas di sana.

Warga muslim di Jepang yang meninggal dunia kerap kesulitan mencari tempat untuk dimakamkan, karena prosesnya bukan dikremasi seperti yang dilakukan di Jepang. Melainkan harus dikubur dan menyatu dengan tanah.

Serta kebanyakan dari mereka (muslim) yang meninggal di Jepang harus dipulangkan, dan dimakamkan ke negara asalnya. Salah satunya adalah seorang pria (57) asal Pakistan yang tinggal di Sapporo, di mana ia merasakan sulitnya memakamkan saudara muslimnya di Negeri Sakura ini.

"Dibutuhkan uang, waktu, dan upaya untuk dimakamkan di negara asal saya, dan itu tidak realistis," katanya seperti dilansir dari laman Japan Today, Selasa (4/8/2020).

Baca juga: Sunah Rasulullah Terbukti Ilmiah, Makan-Minum Sambil Duduk Ternyata Lebih Sehat

Menurut Departemen Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan, pemerintah pusat belum menetapkan peraturan pemakaman dan memberikan wewenang ke pemerintah kota untuk membuat aturan terkait proses penguburan jenazah muslim. Pada 2018 lalu, lebih dari 99 persen jenazah di Jepang dikremasi.

Kemudian Japan Islamic Trust mentakatan, Jepang sama sekali tidak memiliki kawasan pemakaman khusus muslim di wilayah Tohoku timur laut atau di barat wilayah Chugoku.

"Jenazah seringkali harus dipindahkan ke kuburan yang jauh, yang dapat merusak jenazah atau mengakibatkan biaya transportasi yang tinggi," kata Direktur Jenderal Kepercayaan, Qureshi Haroon.

Salah satu dari tujuh kawasan adalah pemakaman biasa di Hokkaido di kota pantai Yoichi. Tapi Yoichi Reien hanya menawarkan ruang yang sangat terbatas untuk pemakaman, di mana hanya empat hingga lima ruang bebas.

Meskipun masyarakat telah merencanakan untuk membuat pemakaman muslim di Otaru yang akan mengikuti protokol Hokkaido, seperti berada setidaknya 110 meter dari daerah perumahan, proyek itu telah ditinggalkan musim panas lalu setelah gagal mendapatkan dukungan dari penduduk lokal.

"Warga khawatir tentang kebersihan penguburan, di antara aspek-aspek lain," kata seorang juru bicara kota.

Sementara itu, ada rencana untuk membangun pemakaman bagi umat Islam di Prefektur Oita, tetapi rencana itu juga mendapat tekanan balik dari penduduk setempat yang khawatir tentang polusi air.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini