KETUA Komunitas Dai Daiah Indonesia Ustadz Mahfud Said mengatakan, soal rezeki manusia Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengaturnya. Namun bukan berarti seseorang hanya berleha-leha tanpa ikhtiar.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
Artinya: "Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah Pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan bumi?" (QS. Fathir: 3).
"Pada prinsipnya semua yang ada di alam semesta adalah rezeki dari Allah Ta'ala. Misalnya udara, anggota tubuh, bisa bernapas dan sebagainya, adalah rezeki yang harus selalu disyukuri," katanya saat dihubungi Okezone beberapa waktu lalu.
Menurut Ustadz Mahfud, ada berbagai macam rezeki yang Allah Ta'ala berikan kepada manusia atau makhluk hidup lainnya. Empat di antaranya sebagai berikut:
Baca juga: Tips Bersabar Hadapi Pandemi Covid-19 yang Belum Kunjung Berakhir
1. Rezeki yang sudah dijamin
Semua makhluk yang ada di alam semesta ini sudah dijamin rezekinya, sekalipun seekor nyamuk.
وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ
Artinya: “Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah rezekinya,” (QS. Hud: 6).
2. Rezeki menikah
Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjamin rezeki untuk istri dan anak
وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ
Artinya: “Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan karuniaNya,” (QS. An-Nur: 32).
3. Rezeki karena bersedekah
Untuk itu, datangnya rezeki memang tidak pernah terduga. Allah pun tidak pernah salah orang ketika memberikan rezekiNya.
مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً
Artinya: “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (infak dan sedekah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak,” (QS. Al-Baqarah: 245).