Berprasangka Baik kepada Allah Ta'ala, Jaminan Bahagia Dunia-Akhirat

Alya Amellia Amini, Jurnalis · Rabu 05 Agustus 2020 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 05 330 2257465 berprasangka-baik-kepada-allah-ta-ala-jaminan-bahagia-dunia-akhirat-8Wfm7gHxwR.jpg Ilustrasi Muslimin. (Foto: Unsplash)

ISLAM mengajarkan kepada umat untuk selalu berpikir husnuzan atau berprasangka baik dan tidak selalu berpikir buruk kepada orang lain, terutama kepada takdir Allah Subhanahu wa ta'ala. Berprasangka baik kepada Allah Ta'ala merupakan ibadah hati yang sangat mulia.

Setiap Muslim wajib berprasangka baik kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Bahkan kejadian yang dianggap paling buruk dalam kehidupan harus tetap berprasangka baik kepada Allah Ta'ala.

Baca juga: Lupakan Kenangan Kelam, Segera Bertobat Tatap Masa Depan 

Allah Subhanahu wa ta'ala terkadang mendatangkan sebuah kejadian yang menurut manusia mungkin buruk, tapi Allah Ta'ala lebih tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya.

"Allah Subhanahu wa ta'ala membolak-balikkan hati orang sesuai dengan kehendak-Nya yang kita tidak tahu," ungkap Ustadz Dr Khalid Basalamah, dikutip dari akun Youtube-nya, Rabu (5/8/2020).

Ia mengatakan, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam terus berdoa agar diteguhkan hatinya dalam ketaatan, sebab hati bisa saja berbolak-balik. Oleh karena itu, doa yang paling sering Rasulullah panjatkan adalah:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

"Wahai Dzat Yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu."

Jika terjadi sesuatu yang sangat berat dalam hidup, tetaplah berprasangka baik kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, karena ada sesuatu yang Allah inginkan dari diri hamba-Nya. Kemudian berbaik sangka kepada Allah adalah kenikmatan yang agung dan menjadi jaminan kebahagiaan hidup seorang Muslim di dunia dan akhirat.

"Kalau seandainya Allah memudahkan kita beristighfar, berarti Allah mau kita tobat. Kalau Allah memudahkan kita berdoa dan menyesali keadaan, berarti Allah mau kita tobat," jelas Ustadz Khalid Basalamah.

Baca juga: Selesaikan Masalah Sebelum Wafat agar Selamat Dunia-Akhirat 

Dalam keseharian, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam senantiasa mendidik dan mengarahkan para sahabatnya agar selalu berbaik sangka terhadap Allah Subhanahu wa ta'ala.

Baca juga: Manfaat Istighfar Tak Terduga, Mendatangkan Nikmat yang Hilang 

Dalam riwayat dari Jabir Radhiyallahu anhu, dia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam tiga hari sebelum wafatnya bersabda:

لاَ يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلاَّ وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللَّهِ الظَّنَّ

"Janganlah seseorang di antara kalian meninggal dunia, kecuali dalam keadaan berbaik sangka terhadap Allah." (HR Muslim)

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Tidur Siang Dianjurkan Rasulullah, Banyak Keutamaan di Baliknya 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini