Ini 6 Ayat Alquran yang Menjelaskan Keistimewaan Perempuan

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 07 Agustus 2020 17:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 07 330 2258659 ini-6-ayat-alquran-yang-menjelaskan-keistimewaan-perempuan-m2YrA6mjao.jpg ilustrasi perempuan berhijab (stutterstock)

PEREMPUAN merupakan makhluk Allah Subhanahu wa ta’ala yang dimuliakan dalam Islam. Tentangnya pun banyak tertulis di surah-surah Alquran.

Bahkan Alquran memiliki surah khusus perempuan yakni An Nisa yang artinya wanita-wanita. Surah jenis Madaniyah atau yang turun di Madinah ini memang banyak membicarakan soal perempuan.

Dikutip dari buku “Bimbingan Islam untuk Hidup Muslimah” disusun oleh DR. Ahmad Hatta, terlalu banyak ayat terkait wanita di dalam Alquran. Hal ini sebagai bentuk perhatian besar dari Allah terhadap kaum perempuan.

Baca juga:  7 Larangan bagi Perempuan Haid dan Nifas dalam Islam, Kamu Wajib Tahu

Bahkan di dalam Alquran An Nisa jadi surah khusus yang membicarakan tentang seluk beluk wanita. Berikut ini beberapa ayat dalam surah tersebut, menjelaskan tentang wanita, yaitu:

1. Wanita diciptakan dari tulang rusuk laki-laki

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ

Yā ayyuhan-nāsuttaqụ rabbakumullażī khalaqakum min nafsiw wāḥidatiw wa khalaqa min-hā zaujahā wa baṡṡa min-humā rijālang kaṡīraw wa nisā`ā...

 

Artinya: "Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak..." (QS. An Nisa:1)

Qatadah dan Mujahid mengatakan, bahwa yang dimaksud jiwa yang satu adalah Nabi Adam. Sedangkan pasangannya adalah Hawa. Qatadah mengatakan Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. (Tafsir ath Thabari, 3/565, 566)

Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda;

"Sesungguhnya, wanita diciptakan dari tulang rusuk. Dan sungguh bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atasnya. Bila engkau ingin meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau ingin bersenang-senang dengannya, engkau bisa bersenang-senang tetapi padanya ada kebengkokan." (Bukhari, no. 3.331; dan Muslim, no. 3.632)

Hadits ini menunjukkan keharusan kaum lelaki berlaku lembut kepada wanlta, bersikap baik terhadap mereka, bersabar atas kebengkokan akhlak dan lemahnya akal mereka. Selain itu, juga menunjukkan dibencinya menalak mereka tanpa sebab dan juga tldak blsa seseorang berambisi agar si wanita terus lurus. (al-Minhaj, 9/299)

2. Hak memperoleh mahar dalam pernikahan

وَءَاتُوا۟ ٱلنِّسَآءَ صَدُقَٰتِهِنَّ نِحْلَةً ۚ فَإِن طِبْنَ لَكُمْ عَن شَىْءٍ مِّنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيٓـًٔا مَّرِيٓـًٔا

Wa ātun-nisā`a ṣaduqātihinna niḥlah, fa in ṭibna lakum 'an syai`im min-hu nafsan fa kulụhu hanī`am marī`ā

Baca juga:  4 Peristiwa Besar Terjadi di Hari Jumat, Nomor Terakhir Paling Mengerikan 

Artinya: "Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya." (QS. An Nisa:4).

3. Wanita mendapatkan bagian dari harta warisan

لِّلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِّمَّا تَرَكَ ٱلْوَٰلِدَانِ وَٱلْأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٌ مِّمَّا تَرَكَ ٱلْوَٰلِدَانِ وَٱلْأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ ۚ نَصِيبًا مَّفْرُوضًا

Lir-rijāli naṣībum mimmā tarakal-wālidāni wal-aqrabụna wa lin-nisā`i naṣībum mimmā tarakal-wālidāni wal-aqrabụna mimmā qalla min-hu au kaṡur, naṣībam mafrụḍā

 

Artinya: "Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan." (QS.An Nisa:7).

Sementara di zaman jahiliah yang mendapatkan warisan hanya lelaki. Maksud dari ayat ini, kata Imam Qurthubi adalah untuk menghilangkan apa yang dahulunya biasa dilakukan orang-orang jahiliah terhadap wanita dan agar

 

wanita tidak dijadikan seperti harta yang diwariskan sebagaimana diwarisinya harta benda. (aI-Jami’ Ii Ahkamil Qur‘an, 5/63) Bahkan, wanita mendapatkan warisan separuh dari bagian Iaki-Iaki. Allah SWT berfirman,

يُوصِيكُمُ ٱللَّهُ فِىٓ أَوْلَٰدِكُمْ ۖ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ ٱلْأُنثَيَيْنِ

Yụṣīkumullāhu fī aulādikum liż-żakari miṡlu ḥaẓẓil-unṡayaīn,

 

Artinya: "Allah mensyari'atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan," (QS. An Nisa: 11).

4. Suami diperintahkan untuk berlaku baik kepada istrinya

وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ

wa 'āsyirụhunna bil-ma'rụf…

Artinya: "Dan bergaullah dengan mereka secara patut…" (QS. An Nisa:19).

lbnu Katsir mengatakan terkait ayat ini, ”Perindah ucapan kalian terhadap mereka (para istri) dan perbagus perbuatan serta penampilan kalian sesuai kemampuan. Sebagaimana engkau menyukai bila dia (istri) berbuat demikian, maka engkau (semestinya) juga berbuat yang sama.”

Rasulullah bersabda:

"Sebaik-baik kah‘an adalah yang paling baik terhodap keluarga (istn'mya. Dan aku adalah orang yang paring baik di antara kalian terhadap keluarga (istri)ku." (HR. Tirmidzi dishahihkan al-Albani)

5. Tetap berlaku baik terhadap istrinya walaupun dalam keadaan tidak menyukainya

فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَيَجْعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

...fa ing karihtumụhunna fa 'asā an takrahụ syai`aw wa yaj'alallāhu fīhi khairang kaṡīrā

Artinya: "...Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (QS. An Nisa:19).

”Janganlah seorang Mukmin membenci seorang Mukminah, jika ia tidak suka satu tabiat/perangainya, (bisa jadi) ia ridha (senang) dengan tabiat/perangainya yang lain.”(Muslim, no. 1.469)

6. Jika bercerai, suami tidak boleh meminta kembali maharnya

نْ أَرَدْتُمُ اسْتِبْدَالَ زَوْجٍ مَكَانَ زَوْجٍ وَآتَيْتُمْ إِحْدَاهُنَّ قِنْطَارًا فَلَا تَأْخُذُوا مِنْهُ شَيْئًا أَتَأْخُذُونَهُ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا (20) وَكَيْفَ تَأْخُذُونَهُ وَقَدْ أَفْضَى بَعْضُكُمْ إِلَى بَعْضٍ وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا – 21

Artinya: “Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali sedikit pun darinya. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata? Dan bagaimana kamu akan mengambil kembali, padahal kamu telah bergaul satu sama lain (sebagai suami istri). Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil perjanjian yang kuat (ikatan pernikahan) dari kamu.” (QS. An-Nisa’: 20-21).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini