Ini Alasan Pentingnya Mengajarkan Tauhid pada Anak Sejak Dini

Ade Naura, Jurnalis · Sabtu 08 Agustus 2020 12:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 08 616 2258940 ini-alasan-pentingnya-mengajarkan-tauhid-pada-anak-sejak-dini-DOWIVCCIxy.jpg ilustrasi mengajarkan anak (stutterstock)

ORANGTUA berkewajiban memberikan pendidikan untuk anak, terutama sekali memperkenalkan ilmu agama. Salah satu yang wajib diajari kepada anak sejak dini adalah tauhid atau ilmu untuk mengenal Allah.

Ini penting sekali untuk menanamkan nilai ketauhidan dan iman dalam diri si anak, sehingga ia tidak tumbuh dalam kekosongan iman dan mengawang tanpa mengenal siapa Tuhannya.

Pendakwah kondang Ustadz Khaldi Basalamah mengatakan, ilmu tauhid haruslah diajarkan sedari anak itu masih kecil, sebagai bekal dia tumbuh dewasa.

Baca juga:  Bersihkan Hati dengan Rajin Hadiri Majelis Ilmu

Khalid menyorot kebiasaan banyak orangtua yang lalai dalam mengajarkan ilmu agama pada anak-anaknya bahkan terlalu meremehkan. Orangtua cenderung mendorong anak belajar hal duniawi dulu, kemudian ilmu agama ditunda-tunda karena mengira nanti bisa menyewa ustadz untuk mengajari anaknya.

Menurut Khalid ini prinsip yang sangatlah keliru. Agama harus dinomorsatukan dalam mendidik anak. “Karena agama itu pondasi hidup, sebuah kewajiban bukan pilihan,” ujar Ustadz Khalid dalam akun Instagram TV-nya seperti dikutip, Sabtu (8/8/2020).

Islam tidak melarang umatnya beraktivitas untuk duniawi bahkan dianjurkan seperti mencari rezeki atau mempelajari berbagai disiplin ilmu untuk kemaslatan, tetapi jangan melupakan ilmu dan hal-hal agama karena itu wajib.

“Kalau bapak ibu tidak hadir dalam pengajian ini, itu seperti orang kering tidak ada sesuatu. Ilmu dan iman itu seperti membasahi tubuh kita, seperti orang yang sehabis mandi, segar. Karena yang sedang diberikan makanan sekarang adalah jiwa kita,” ujar Ustadz Khalid.

Jadi, lanjut Khalid, percuma jika fisik sehat, tetapi jiwa sakit. Menurutnya ketika seseorang memiliki jiwa yang kuat dan sehat, walaupun fisiknya biasa saja, ia bisa menjadi sabar jika punya kekurangan dan tidak mudah putus asa.

“Jiwa ini makanannya cuma ilmu, tidak ada lagi,” katanya.

 

Khalid mengatakan, seseorang yang terus belajar seperti mengikuti pengajian atau hadir ke majelis ilmu, maka ia akan semakin paham dan bisa berpikir apa yang masih kurang dari dirinya untuk diperbaiki agar lebih baik lagi.

Dia kembali mengingatkan orangtua agar memperkenalkan hukum Allah terkait halal haram kepada anak. “Agar dari dalam diri anak sudah merasa terawasi dari kecil. Cobalah untuk mengubah cara penyampaian yang baik dan efektif kepada anak agar mengerti. Anak itu seperti lembaran putih yang bersih, kita isi apa saja bisa. Kalau kita isi keliru, ya keliru semua,” kata Ustadz Khalid.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini