Dear Santri, Ini 5 Tips agar Kamu Betah Menikmati Belajar di Pesantren

Senin 10 Agustus 2020 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 10 616 2259709 dear-santri-ini-5-tips-agar-kamu-betah-menikmati-belajar-di-pesantren-NeCua9dxTv.jpg Santri di Pesantren Tebuireng, Jombang (Tebuireng Online)

MENJADI seorang santri tentu saja menyenangkan kalau dinikmati, karena banyak pengalaman baru yang bisa diperoleh di lingkungan pondok pesantren, dengan suasana yang berbeda dari rumah sendiri dan bertemu teman-teman baru dari berbagai daerah.

Selain mendapat ilmu, di pesantren kita bisa belajar juga untuk disiplin waktu, belajar membangun solidaritas, saling peduli, mengasah mental, berlatih berkomunikasi di depan publik atau orang banyak, belajar beradaptasi, dan hal-hal sosial lainnya yang tidak bisa ditemukan di sekolah biasa.

Baca juga: Sulit Tinggalkan Maksiat? Amalkan Doa Ini Secara Rutin

Namun, tantangan yang agak berat ketika pertama masuk pesantren adalah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Lingkungan pesantren tentu saja jauh berbeda dengan rumah. Saat tiba di pesantren, tentu saja sifat manja harus dibuang jauh-jauh. Sering kali orang gagal pada fase ini, sehingga tak kerasan di pesantren.

Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Devi Yuliana dalam sebuah artikelnya menulis pengalaman semasa di pesantren sangat berharga.

“Banyak hal yang tidak bisa kita rasakan jika kita tidak pernah mencicipi pahit manisnya dunia santri,” tulis Devi Yuliana dalam kolom di Tebuireng.Online seperti dikutip, Senin (10/8/2020).

Lalu, apa yang harus dilakukan santri agar bisa tetap menikmati belajar di pesantren, terutama saat hati mulai galau teringat kampung halaman.

Berikut ada beberapa tips dari KH. M. Hasyim Asy’ari dalam kitab karyanya berjudul "Adabul Alim wa al Muta’alim":

Pertama dan harus dilakukan oleh setiap santri adalah mensucikan hatinya dari setiap perbuatan buruk. Misalnya saja seperti rasa iri dengki, sombong, riya dan akhlak tercela lainya. Mengapa demikian? Karena dengan hilangnya sifat-sifat tersebut dari hati kita maka ilmu akan dengan sangat mudah untuk kita pelajari maupun kita amalkan. Bukankah menyenangkan ketika kita dengan mudahnya memahami sebuah pelajaran.

Kedua ialah seorang santri itu harus meluruskan niatnya ketika mencari ilmu dengan semata-mata mengharapkan ridha Allah. Selain itu ia juga harus berniat untuk mengamalkan ilmunya, menghidupkan syariat Islam, serta menghiasi hatinya dengan selalu taqorrub atau mendekatkan diri kepada Allah. Bukan malah sebaliknya, ia justru menjadi santri untuk kepentingan dunia seperti agar ia bisa menang Pemilu di masa depan dikarenakan seorang santri memiliki nilai lebih di masyarakat misalnya.

Hal tersebut tidak diperkenankan, karena sebagai penerus perjuangan Rasulullah serta para ulama, yang patut diharapkan oleh seorang santri hanyalah ridlo Allah semata. Andaikata suatu saat santri tersebut terpilih untuk menjadi pemimpin, maka ia juga tidak boleh gila akan jabatan dan kedudukan.

Ketiga yakni hendaknya seorang memulai pencarian ilmunya ketika ia masih muda. Kenapa? Karena masa remaja sendiri merupakan masa dimana kemampuan otak seseorang menjadi maksimal. Hal ini tentu akan sangat mendukung seorang santri dalam mempelajari berbagai cabang keilmuan dalam agama Islam. Ditambah lagi, ketika masih remaja, tentu belum ada banyak beban yang dipikirkan oleh santri sehingga ia bisa fokus dalam mendalami ilmu di pesantren.

Keempat ialah seorang santri hendaknya sederhana dalam menjalani hari-harinya di dalam pesantren. Sederhana itu gimana sih? Gampangannya menerima serta bersyukur terhadap apa yang dimiliki. Misalnya kita tidak perlu tampil glamour ataupun mewah ketika mengaji. Kita juga tidak terlalu perlu untuk mengoleksi barang barang branding yang sedang trend. Kesabaran atas kesederhaan itulah yang kelak akan menjadi hasil yang baik di akhir kelak.

Kelima, hendaknya santri itu pintar dalam time managment alias pembagian waktu. Karena dengan time management yang baik, seorang akan terbiasa untuk disiplin. Jika seorang disiplin dalam berusaha maka ia akan mudah mendapatkan apa yang ia inginkan. Bukankah menjadi teratur tanpa dikejar deadline itu menyenangkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini