Bedakah Infak dan Sedekah? Yuk Simak Penjelasannya

Muhammad Hafizh Arya Pradana, Jurnalis · Selasa 11 Agustus 2020 08:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 614 2260173 bedakah-infak-dan-sedekah-yuk-simak-penjelasannya-xZPzBBlPxB.jpeg Ilustrasi sedekah. (Foto: Shutterstock)

UMAT Islam mungkin tidak asing dengan kata infak dan sedekah. Ini merupakan amalan yang memiliki ganjaran pahala besar, karena rela berkorban untuk kebaikan orang lain.

Infak dan sedekah ternyata dua jenis amalan berbeda. Keduanya memiliki hukum sunah untuk dikerjakan. Meski begitu, sangat dianjurkan dilakukan.

Baca juga: Kisah Guru Honorer Bisa Kuliah di Luar Negeri Berkat Sedekah Tiap Subuh 

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

لِلْفُقَرَاءِ الَّذِينَ أُحْصِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ لا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِي الأرْضِ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُمْ بِسِيمَاهُمْ لا يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًا وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ (٢٧٣)

"(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui." (QS Al Baqarah: 273)

Kemudian dalam riwayat hadis Ibnu Abbas disebutkan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ

"Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan, dan Beliau bertambah kedermawanannya di bulan Ramadhan ketika bertemu dengan Malaikat Jibril, dan Jibril menemui Beliau di setiap malam bulan Ramadhan untuk mudarosah (mempelajari) Alquran." (HR Al Bukhari)

Lalu apa saja perbedaan infak dan sedekah? Berikut ini penjelasannya.

1. Sedekah

Sedekah dalam beberapa dalil digunakan untuk menyebut segala bentuk amal baik yang berguna untuk orang lain atau bahkan bagi diri sendiri. Sedekah merupakan sesuatu yang benar dan membenarkan, maksudnya sebagai bukti pembenaran iman seseorang mau mengamalkan dan membantu sesama.

Sedekah mencakup yang wajib dan sunah, asalkan bertujuan mencari keridhaan Allah Subhanahu wa ta'ala semata. Oleh karena itu, sering kali tidak merasa perlu mengenal nama penerimanya.

Bersedekah tidak harus menggunakan materi dan bentuknya tak selalu uang, memberikan doa termasuk bersedekah, bahkan senyum pun termasuk sedekah. "Senyumanmu kepada saudaramu dalam kebaikan itu termasuk sedekah," ujar Ustadz Adi Hidayat, dikutip dari akun Youtube Taman Islam, Selasa (11/8/2020).

Baca juga: Pengusaha Bangkrut Diselamatkan Sedekah, Kini Tiap Tahun Beli 4 Rumah 

Dalam sebuah riwayat dijelaskan:

عَنْ أَبِـيْ ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوْا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : يَا رَسُوْلَ اللّٰـهِ ! ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُوْرِ بِاْلأُجُوْرِ ؛ يُصَلُّوْنَ كَمَـا نُصَلِّـيْ ، وَيَصُوْمُوْنَ كَمَـا نَصُوْمُ ، وَيَتَصَدَّقُوْنَ بِفُضُوْلِ أَمْوَالِـهِمْ. قَالَ : «أَوَلَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللّٰـهُ لَكُمْ مَا تَصَدَّقُوْنَ ؟ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيْحَةٍ صَدَقَةً ، وَكُلِّ تَكْبِيْرَةٍ صَدَقَةً ، وَكُلِّ تَـحْمِيْدَةٍ صَدَقَةً ، وَكُلِّ تَهْلِيْلَةٍ صَدَقَةً ، وَأَمْرٌ بِالْـمَعْرُوْفِ صَدَقَةٌ ، وَنَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ ، وَفِـيْ بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ». قَالُوْا : يَا رَسُوْلَ اللّٰـهِ ! أَيَأْتِـيْ أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُوْنُ لَهُ فِيْهَا أَجْرٌ ؟ قَالَ : «أَرَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِـي حَرَامٍ، أَكَانَ عَلَيْهِ فِيْهَا وِزْرٌ ؟ فَكَذٰلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِـي الْـحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرًا»

"Dari Abu Dzar Radhiyallahu anhu bahwa beberapa orang dari sahabat berkata kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam: 'Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah pergi dengan membawa banyak pahala. Mereka sholat seperti kami sholat, mereka puasa seperti kami puasa, dan mereka dapat bersedekah dengan kelebihan harta mereka.' Beliau Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: 'Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian sesuatu yang dapat kalian sedekahkan? Sesungguhnya pada setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah dari yang mungkar adalah sedekah, dan salah seorang dari kalian bercampur (berjimak) dengan istrinya adalah sedekah.' Mereka bertanya: 'Wahai Rasulullah, apakah jika salah seorang dari kami mendatangi syahwatnya (bersetubuh dengan istrinya) maka ia mendapat pahala di dalamnya?' Beliau menjawab: 'Apa pendapat kalian seandainya ia melampiaskan syahwatnya pada yang haram, bukankah ia mendapatkan dosa? Maka demikian pula jika ia melampiaskan syahwatnya pada yang halal, maka ia memperoleh pahala'." (HR Muslim)

2. Infak

Infak terbagi menjadi dua, ada yang wajib dan sunah. Infak wajib yakni nafkah suami kepada istri. Sementara infak sunah dan diprioritaskan di dalam Islam yakni kepada ibu dan bapak, kerabat terdekat, orang-orang yatim, anak-anak miskin.

Kata infak dalam dalil-dalil Alquran, hadis, dan juga budaya ulama memiliki makna yang cukup luas, karena mencakup semua jenis pembelanjaan harta kekayaan.

Baca juga: Bersedekah untuk Orang Meninggal, Apakah Sampai Pahalanya? 

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا

"Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian." (QS Al Furqan: 67)

Allah Subhanahu wa ta'ala juga berfirman dalam Alquran Surah Al Anfal Ayat 36:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ ۗ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan."

Baca juga: Menikah hingga Bersedekah Jadi Sumber Rezeki Muslimin 

Kemudian terdapat juga di dalam Alquran Surah Al Baqarah Ayat 195. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

"Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik."

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini