Belajar dari Suksesnya Rasulullah Berbisnis, Ini Keutamaan Berdagang Menurut Islam

Alya Amellia Amini, Jurnalis · Selasa 11 Agustus 2020 15:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 616 2260485 belajar-dari-suksesnya-rasulullah-berbisnis-ini-keutamaan-berdagang-menurut-islam-5jUWtR9TYR.jpg ilustrasi pasar tradisional (stutterstock)

KEBERHASILAN Rasulullah SAW dalam berbisnis patut dicontoh oleh umat di dunia. Nabi Muhammad SAW menjalankan bisnis sesuai syariah berlandaskan iman kepada Allah SWT dan kejujuran. Beliau selalu menjalankan perintah dan menjauhi segala larangan Allah SWT.

Berdagang dapat membangun suatu hubungan yang baik antar sesama manusia, selain mendapatkan keuntungan secara timbal balik, juga memberikan ketenangan dalam hati dan bermanfaat bagi banyak orang.

Baca juga: Kisah Bripka Julianto Pane, Polisi Pendiri Sekaligus Pemimpin Pesantren

Islam tidak melarang umatnya untuk kaya, bahkan sangat dianjurkan muslimin itu memiliki harta kekayaan, karena dengan harta itu ia bisa membantu orang lain, menginfakkan di jalan ridhai oleh Allah, sebagaimana yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya.

Rasulullah sudah meraih kesuksesan dalam berbisnis sejak muda. Kemudian sahabat-sahabatnya seperti Abu Bakar, Usman bin Affan, Zubair bin Awwan dan lainnya juga terkenal sebagai saudagar kaya. Tapi, mereka tak menumpukkan harta dan bermewah-mewah, melainkan menggunakannya untuk membantu, menghidupkan ekonomi umat kala itu.

Pendakwah kondang Ustadz Khalid Basalamah mengatakan, kesuksesan Rasulullah dan para sahabat harus menjadi motivasi bagi muslimin untuk terus berusaha.

“Harusnya kita tu menjadi orang yang kaya dan sukses, memang orang miskin punya keutamaan, tapi motivasi banyaknya dalil itu berisikan untuk menjadi orang yang maju dan sukses,” ujar Ustadz Khalid Basalamah dalam wawancaranya dengan artis Teuku Wisnu di channel youtube The Sungkars Family seperti dikutip, Selasa (11/8/2020).

Rasulullah bersabda sebagaimana disebutkan dalam Al-Mughni 'an Hamlil Asfar, Al-Hafizh Al-‘Iraqi dengan nomor hadist 1576 sebagai berikut:

عليكم بالتجارة فإن فيها تسعة أعشار الرزقة

"Hendaklah kalian berdagang karena berdagang merupakan sembilan dari sepuluh pintu rezeki."

Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa pedagang yang jujur dalam bisnis jual-beli di akhirat nanti akan ditempatkan di posisi sangat mulia.

Suatu ketika akan bersama dengan para Nabi dan syuhada serta akan berada di suatu tempat yang tidak terhalang baginya untuk masuk ke dalam surga.

Rasulullah SAW bersabda,

“Pedagang yang jujur serta terpercaya (tempatnya) bersama para Nabi, orang-orang yang jujur, dan orang-orang yang mati Syahid pada hari kiamat”. (HR. Bukhari, Hakim, Tirmidzi dan Ibnu Majjah)

Rasulullah SAW menyebutkan ada empat golongan manusia. Golongan yang terbaik di antara golongan lainnya adalah manusia yang diberikan harta dan ilmu agama.

Golongan ini dikaruniai oleh Allah SWT karena ketaatannya dan menghabiskan keduanya (Ilmu dan Harta) di jalan Allah SWT sehingga Allah akan meninggikan derajatnya.

Contohnya, ketika kita melaksanakan ibadah seperti sholat, akan mendapatkan pahala yang sangat besar.

Tetapi dengan kita memiliki harta, pasti akan mendapatkan ekstra pahala yang lebih besar, seperti kita bisa membangun sebuah masjid, mencetak Alquran, membangun tempat wudhu, dan lainnya yang bermanfaat bagi orang banyak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini