Ustadz Abdul Somad Ungkap Perbedaan Kata Hati dan Bisikan Setan

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Rabu 12 Agustus 2020 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 12 330 2261092 ustadz-abdul-somad-ungkap-perbedaan-kata-hati-dan-bisikan-setan-isZkZ57Yob.JPG Ustadz Abdul Somad (Foto: Instagram/@ustadzabdulsomad_official)

DALAM mengambil keputusan atau memikirkan sesuatu, ada kalanya manusia diliputi rasa bimbang dan ragu yang membuatnya merasa dilema. Kadangkala terbesit ide apapun yang akan dilakukan.

Hal ini berkaitan dengan anjuran yang mengatakan untuk mengikuti kata hati dalam mengambil sebuah keputusan yang membingungkan. Namun, tak sedikit yang masih keliru untuk mmebedakan antara bisikan setan dengan kata hati yang sebenarnya.

Sebagaimana sumpah yang disebutkan Iblis di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala saat diperintahkan untuk sujud kepada Nabi Adam alaihissalam. Kala itu Iblis berjanji akan mengganggu manusia sampai hari kiamat tiba. Maka inilah yang mendasari kehidupan manusia yang selalu senantiasa dikelilingi oleh berbagai bisikan, godaan dan tipu daya iblis dan setan untuk terjerumus pada kekhilafan dan lembah dosa.

Gangguan bisikan setan bahkan disebutkan dalam Surah An-Naas ayat 4-6, yang artinya: “Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia,”.

Baca juga: Apakah Setiap Wasiat Orang Meninggal Wajib Ditunaikan?

Dalam kata lain, bisikan setan disebut juga waswasah, bisikan malaikat disebut ilham sedangkan kata hati bernama khatarah, atau yang berasal dari rasa khawatir. Khawatir merupakan lintasan-lintasan dalam hati, atau yang dimaknai sebagai segala hal yang terlintas dalam hati saat mempertimbangkan suatu hal. Lantas, bagaimana cara membedakan antara kata hati dan bisikan setan?

Agar lebih mudah, dai kondang Ustadz Abdul Somad alias UAS menggunakan perumpamaan ringkas mengenai bisikan setan.

“Cara membedakannya seperti ini, kerja setan itu seperti misalnya ada ilalang kering, atau jerami. Setan tidak bisa memunculkan api, tetapi begitu ada api kecil, setan kerjanya mudah tinggal mengipas-ngipas (api) saja (agar apinya membesar),” kata UAS, dikutip dari channel YouTubenya, Ustadz Abdul Somad Official, Rabu (12/8/2020).

“Api kecil itu khawatir, yang membesarkannya itu yang disebut dengan waswasah,” imbuh UAS.

Begitu terlintas sebuah bisikan setan tersebut, cara mengatasinya yakni dengan membaca istighfar, maka niscaya api kecil tadi akan langsung padam dengan istighfar yang seolah air yang memadamkan api.

Cara kerja setan untuk selalu menghasut manusia ini akan selalu dilakukan selama ruh manusia masih berada dalam jasad mereka. Karenanya, kita patut waspada dan dapat mengambil keputusan lebih bijak untuk tidak mudah terjerumus pada godaan setan, yakni dengan selalu melibatkan Allah Ta'ala dan selalu mengingat-Nya.

“Makanya di antara yang dapat memadamkan bisikan setan itu adalah dengan tahlil, membaca laa ilaaha illallah. Karena gangguan setan itu terus-menerus, akan diganggu dari depan, belakang, kiri dan kanan. Tidak akan berhenti. Setan berjanji untuk membengkokkan jalan manusia yang lurus,” terang pendakwah asal Riau ini.

Bisikan setan lanjut UAS, hadir ketika mulai ada rasa khawatir dari dalam diri manusia, hingga timbul perasaan ragu. Dari situlah setan akan bekerja untuk menghasut agar menyimpang dari jalan hamba Allah yang lurus.

Lebih lanjut, dirinya berpesan untuk dapat melindungi diri dari bisikan setan dan tipu dayanya ialah dengan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Sebagaimana firman Allah:

إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ وَكَفَى بِرَبِّكَ وَكِيلًا

Artinya: “Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga,” (QS. Al Isra’: 65).

Selain itu, orang mukmin yang senantiasa bersahabat dengan sifat ikhlas juga diyakini akan jauh dari bisikan setan karena mereka (setan) tidak akan memiliki akses masuk untuk mengganggunya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini